Jakarta, Arina.id—Komisi">Arina.id—Komisi Nasional Haji dan Umrah (Komnas Haji dan Umrah) mengapresiasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang telah memublikasikan rencana perjalanan ibadah haji 1448 H/2027 M lebih awal.
Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj menilai kepastian jadwal ini memberikan waktu yang lebih panjang bagi jemaah untuk mempersiapkan kebutuhan finansial dan kesehatan sebelum keberangkatan.
"Ini merupakan langkah positif karena memberikan ruang persiapan yang lebih memadai bagi jemaah, keluarga, petugas, dan seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan ibadah haji baik di dalam maupun di luar negeri," kata Mustolih dalam keteranganya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Bagi calon jemaah, kata Mustolih, penetapan jadwal sejak dini juga memberikan keleluasaan untuk mempersiapkan kemampuan finansial, terutama menyangkut pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sehingga lebih terencana, terukur dan tidak tergesa-gesa.
"Kepastian waktu juga membantu jemaah mengatur berbagai kebutuhan pribadi, pekerjaan, dan keluarga sebelum keberangkatan," katanya.
Menurut Mustolih, waktu persiapan yang lebih panjang harus dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi istita’ah (kemampuan) kondisi kesehatan. Karena aspek kesehatan menjadi syarat utama bagi jemaah yang diminta pihak Saudi memstikan peserta haji sehat dan kuat.
Pemeriksaan kesehatan, pengendalian penyakit penyerta, pemenuhan kebutuhan gizi, latihan fisik, serta pembentukan kebiasaan hidup sehat dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
"Dengan persiapan sejak dini, jemaah diharapkan dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik," ungkapnya.
Namun demikian, penetapan jadwal perjalanan haji lebih awal ini perlu diikuti dengan langkah-langkah teknis yang cepat dan terkoordinasi, terutama terkait publikasi data jemaah yang berhak berangkat, jadwal pelunasan biaya haji, pemeriksaan kesehatan, serta pelaksanaan bimbingan manasik.
"Dengan demikian, kepastian jadwal tidak hanya menjadi keputusan administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan kesiapan jemaah," katanya.
Dorong Kepastian data jemaah dan Jadwal Pelunasan
Agar kepastian jadwal perjalanan tersebut lebih memberikan manfaat dan dampak yang lebih nyata, Kementerian Haji dan Umrah perlu segera memublikasikan data calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada musim haji 2027 M/ 1448 H.
"Publikasi tersebut penting agar calon jemaah memperoleh kepastian mengenai status keberangkatannya dan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan," bebernya.
Selain itu, kata Dia, jadwal dan tahapan pelunasan biaya haji juga perlu segera disampaikan kepada publik secara jelas, terbuka, dan mudah diakses.
"Informasi yang disampaikan lebih awal akan membantu jemaah mempersiapkan kemampuan finansialnya, menghindari kesimpangsiuran informasi, serta mengurangi risiko munculnya kendala administratif menjelang batas akhir pelunasan," pungkasnya.
Editor:


