Donald Trump Putuskan AS Keluar dari WHO, Lalu Apa Dampaknya?

Donald Trump Putuskan AS Keluar dari WHO, Lalu Apa Dampaknya?

Arina.id -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan bahwa negara yang ia pimpin akan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization). Hal tersebut resmi dilakukan dengan penandatanganan perintah eksekutif, pada Senin (20/1/2025) waktu setempat.

Trump mengaku kecewa dengan WHO, serta menilai bahwa selama ini badan kesehatan dunia tersebut sudah menipu pemerintah AS.

“WHO menipu kita. Semua orang menipu Amerika Serikat dan itu sudah cukup. Hal ini tidak akan terjadi lagi,” ucap Donald Trump kepada para wartawan saat menandatangani surat perintah tersebut, dikutip dari Antaranews.

Secara garis besar kekecewaan Trump terhadap salah satu lembaga PBB tersebut, adalah terkait besaran sumbangan kontribusi AS yang dianggap sudah terlampau besar.

“Rasanya agak tidak adil bagi saya, meskipun itu bukan alasannya, tetapi saya memutuskan untuk keluar... China membayar 39 juta dolar AS (sekitar Rp6356 miliar) dan kami membayar 500 juta dolar AS, padahal China adalah negara yang lebih besar,” imbuhnya.

Keluarnya AS dari WHO tentu saja berpeluang mempengaruhi kinerja lembaga tersebut. Pasalnya selama ini AS tercatat sebagai penyumbang terbesar, dengan jumlah mencapai 18 persen pendanaan WHO.

Anggaran WHO pada 2024-2025 mencapai USD6,8 miliar. Dalam periode tersebut, AS terhitung membiayai hingga 75 persen program WHO terkait HIV dan penyakit menular lainnya.

Pemerintahan Trump juga bakal menarik staf dan kontraktor AS yang kini tengah bekerja dngan WHO. Mereka rencananya akan ditarik keluar dan dipindahkan. Saat ini AS tercatat menempatkan hingga 30 staf di Jenewa, mereka tengah berkolaborasi dalam bidang penelitian dan wabah.

Tanpa sokongan dana besar dari AS, ini jelas menjadi pukulan telak bagi WHO. Oleh karenanya, Jerman yang selama ini juga dikenal sebagai donatur terbesar kedua, bakal berupaya membujuk Trump agar ia mau membatalkan perintah tersebut.

“Presiden Amerika Serikat mengumumkan akan menarik diri dari keanggotaan di WHO. Ini pukulan telak terhadap krisis kesehatan dunia. Kami akan membujuk Donald Trump untuk mempertimbangkan keputusannya,” ucap Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach, dikutip dari Tempo.

Di sisi lain, pemerintah China yang selama ini dituding Trump hanya memberi sedikit kontribusi dari yang seharusnya, menegaskan bakal tetap mendukung WHO.

"China akan, seperti biasa, mendukung WHO dalam memenuhi tugasnya, mempererat kerja sama internasional dalam kesehatan masyarakat, memajukan tata kelola kesehatan masyarakat global dan mempromosikan pembangunan komunitas kesehatan global untuk semua," terang Guo Jiakun, selaku Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China dalam konferensi pers di Beijing.

 


Editor: A. Sentosa
logo