Menhaj Gus Irfan Terima Silaturahmi Jemaah Umrah di Daker Mekkah Singgung Kesiapan Penyelenggaraan Haji

Menhaj Gus Irfan Terima Silaturahmi Jemaah Umrah di Daker Mekkah Singgung Kesiapan Penyelenggaraan Haji

Arina.id – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) memanfaatkan kunjungan ke Arab Saudi untuk menyerap data lapangan  guna peningkatan layanan kepada haji maupun umrah.

Sabtu pagi, 7 November 2026, beberapa jam setiba di Saudi, Gus Irfan menerima kunjungan silaturahmi jemaah umrah asal Indonesia di Kantor Daerah Kerja (Daker) Mekkah di Kawasan Syisyah. 

Kedatangan puluhan jemaah umrah laki-laki maupun perempuan sekitar pukul 07.30 WAS tersebut disambut langsung oleh Gus Irfan di halaman Kantor Daker Mekkah. Gus Irfan didampingi pejabat sejumlah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj RI) satu per satu menyalami jemaah asal Jawa Timur yang baru saja menunaikan ibadah umrah. Setelah berbincang sejenak, Gus Irfan lalu mengajak jemaah ke ruangan dalam Kantor Daker. 

Suasana akrab dan hangat yang terbangun dalam pertemuan pagi itu membuat para jemaah umrah seolah tak berjarak. Mereka pun leluasa menyampaikan pandangan, pendapat dan sejumlah masukan langsung kepada Gus Irfan yang turut duduk lesehan di tengah-tengah jemaah. 

Di depan Gus Irfan, para jemaah berharap, pelaksanaan haji tahun 2027 bisa diselenggarakan dengan lancar dan layanannya lebih berkualitas. Tak lupa, jemaah juga mendoakan agar bangsa Indonesia semakin kuat, aman dan rakyatnya sejahtera. 

"Ini silaturahmi yang istimewa dan sekaligus berharga. Terima kasih atas kunjungannya dan berbagai masukan yang diberikan untuk perbaikan layanan haji dan umrah ke depan. Kami di Kemenhaj RI terus berkomitmen memacu kualitas antara lain dengan menyeleksi petugas dengan mengedepankan profesionalitas dan integritas," ujar Gus Irfan.

Menurut Gus Irfan, petugas yang mampu bekerja profesional menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan haji. Sebab petugas haji yang baik selalu bertindak totalitas dalam melayani jemaah apapun latar belakangnya dan memiliki rasa tanggung jawab tinggi. 

"Petugas haji yang profesional dan berkompeten juga kebutuhan mutlak sebab jumlah jemaah haji Indonesia terbesar yakni mencapai sekitar 221.000 orang. Selain jemaah yang harus dilayani sangat besar, tantangan di lapangan juga terus berubah setiap tahunnya," terangnya.

Di antara tantangan tahun ini, ungkap Gus Irfan, antara lain soal layanan utama, yakni transportasi, akomodasi dan konsumsi yang sudah sepenuhnya ditangani oleh syarikah Arab Saudi. Ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana pemerintah Indonesia diberi kewenangan untuk memilih penyedia layanannya. 

"Dengan perubahan kebijakan ini, tentu kita melakukan kontrol yang ketat dan kuat supaya tidak terkendala. Harapannya, jika menjumpai problem layanan, akan segera tertangani dengan baik. Tantangan kedua, jemaah haji setiap tahun berubah jemaahnya. Di samping itu pula, petugas juga banyak yang mengalami perubahan," ujarnya.

Gus Irfan menandaskan, dalam perubahan kebijakan layanan ini, standard operating procedure (SOP) harus dipedomani bersama agar tidak terjadi tumpang tindih tugas maupun kesalahan koordinasi. Gus Irfan optimistis, dengan mengedepankan sikap adaptif dan kerja sama, tantangan dalam layanan haji ke depan bisa dihadapi dengan baik. 

Kesuksesan penyelenggaraan haji apda pada 2026, menurut Gus Irfan, menjadi modal besar bagi Kementerian Haji dan Umrah RI untuk memacu kualitas layanan haji 2027 menjadi lebih baik. 


Editor: Muhammad Taufiq
logo