Jakarta, Arina.id - Selama dua hari konflik saling berbalas serangan, sedikitnya 224 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka di Iran akibat serangan Israel di sejumlah titik kota. Sementara dari pihak Israel, 14 orang dilaporkan mati sementara ratusan lainnya terluka akibat bom pembalasan dari Iran.
Beruntungnya, sampai sekarang tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Demikian dilaporkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia. Kemlu memastikan bahwa kondisi WNI di Iran dan Israel tetap aman setelah eskalasi konflik yang meninggi kemarin.
"Komunikasi dengan para WNI terus dilakukan ... hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Senin malam, 16 Juni 2025.
Judha mengungkapkan, terdapat 386 WNI di Iran. Mereka mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa di Kota Qom. Sedangkan di Israel terdapat 194 WNI. Kemlu, kata dia, melalui perwakilannya di Timur Tengah, khususnya KBRI Amman di Yordania, dan KBRI Teheran di Iran, terus memonitor situasi dan dinamika di Iran dan Israel serta kondisi para WNI di wilayah tersebut.
Namun demikian, Judha menyatakan bahwa ada puluhan WNI yang tertahan di Israel, Yordania, dan Iran imbas eskalasi konflik tersebut. "Para WNI yang melakukan perjalanan singkat tersebut terdampar karena tutupnya wilayah udara dan terhentinya penerbangan," kata Judha sambil membeber ada 42 WNI peziarah di Israel, 8 WNI jamaah haji di Yordania, dan 2 WNI peziarah di Teheran, Iran.
Sebelumnya, ketegangan antara Iran dan Israel meningkat tajam setelah serangan udara terkoordinasi dilakukan Israel pada sejumlah lokasi di Teheran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, pada Jumat 13 Juni 2025 pekan lalu, yang segera dibalas Iran dalam hitungan jam.
Pada Sabtu malam, 14 Juni 2025, Iran meluncurkan gelombang kedua operasi True Promise III yang menyasar fasilitas ekonomi dan industri di kota pelabuhan Israel, Haifa. Sementara itu, Israel kembali membalas dengan menyerang Kementerian Pertahanan dan depot minyak di Teheran.
Iran menyebutkan, sebanyak 78 orang tewas pada hari pertama serangan Israel, dan puluhan lainnya, termasuk anak-anak, menjadi korban pada hari kedua. Korban meningkat menjadi 224 orang pada Minggu, 15 Juni 2025.
Konflik tersebut menyebabkan terhentinya negosiasi nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Oman. Putaran keenam pembicaraan itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu di Muskat.
Editor: Muhammad Taufiq
