Jakarta, Arina.id - Beberapa hari belakangan ini Instagram berisik kabar soal aktivitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di kawasan Permata Hijau Kebayoran Lama Jakarta Selatan yang dibubarkan oleh warga setempat. Salah satu pengunggah video pembubarannya akun Instagram warga, @JakartaSelatan24jam.
Dalam narasinya dijelaskan kalau klub yang berisi kumpulan anak-anak muda itu bernama Club L9-BT yang mulai beroperasi sejak September 2024 lalu. Mereka biasa hangout-nya di sebuah klub hingga menyebabkan warga di Kelurahan Grogol Utara terganggu. Puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru 2025 kemarin.
Warga yang merasa terganggu kemudian menggerebek dan membubarkan aktivitas mereka. Akun @JakartaSelatan24Jam mengunggah video penggerebekkan dengan menuliskan narasi seperti ini:
"Viral video yang menarasikan pembubaran aktivitas m3nyimpang diduga pesta L9~BT di salah club di yang belokasi di Permata Hijau Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu oleh warga masyarakat Kelurahan Grogol Utara & dibantu oleh masyarakat sekitar Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jaksel.
Sebelumnya tempat tersebut digunakan untuk aksi m3nyimpang dan masyarakat menyayangkan aparatur tidak menindaknya, aparatur terkesan cuek saja.
Pemda Jakarta harus menyegel tempat tersebut, karena banyak diantara mereka yang masih remaja. Sebagai informasi, aktifitas club L9~BT ini sudah mulai beroperasi sejak Bulan September 2024, Awal mula terpantau oleh masyarakat karena adanya perkelahian antar pengunjung club memperebutkan w4ria.
Jam operasional club L9~BT ini mulai Pukul 23.00 - 02.00 WIB, tapi prakteknya sering melanggar buka sampai jam 04.00 WIB. Gimana komentarnya gais? Harap di sensor yaa komentarnya karena sensitif,"
Polisi turun tangan
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Widya Agustiono mengatakan segera mengusut kabar yang sempat viral di Instagram tersebut. Dugaan sementara memang ada aktivitas LGBT di daerah tersebut. "Yang jelas masalah tuduhan LGBT masih dalam penyelidikan," katanya, Senin (06/01/2025).
Widya mengatakan tempat yang diduga terdapat aktivitas LGBT itu merupakan bar dengan pengunjung yang beranekaragam sehingga bukan khusus untuk kaum tersebut.
Kemudian, dia menegaskan warga bukan melakukan penggerebekan melainkan hanya mengimbau agar para tamu di bar tersebut untuk segera pulang ke rumah masing-masing. "Jadi bukan penggerebekan, warga meminta mereka pulang karena tuduhan ada LGBT," ujarnya.
Kabar ini sebenarnya sudah ramai sejak malam Tahun Baru 2025 lalu di media sosial. Anak-anak muda dan waria tersebut ngumpul untuk merayakan malam pergantian tahun pada 30 Desember 2024. Sampai akhirnya aktifitas mereka dibubarkan oleh warga.
Editor: Muhammad Taufiq
