Arina.id - Perwakilan lima negara bertemu di Kota Yordania, Amman, membahas kerja sama soal keamanan, kontraterorise dan perang melawan kejahatan internasional. Peserta pertemuan terdiri dari Menteri Luar Negeri dan Kepala Intelijen dan pimpinan militer.
Lima negara yang terlibat dalam pertemuan tersebut mulai dari Turki, Yordania, Irak, Lebanon dan Suriah. Selain fokus membahas soal isu keamanan, mereka juga berdiskusi soal dinamika regional yang lebih luas di kawasan.
Perwakilan dari Turki akan hadir Menteri Luar Negeri Hakan Fidan, Menteri Pertahanan Yasar Guler, dan kepala Organisasi Intelijen Nasional (MIT) Ibrahim Kalin.
Fidan, Guler, dan Kalin sebelumnya mengadakan pertemuan serupa dengan mitra baru mereka dari Suriah pada 15 Januari di ibu Kota Turki, Ankara, mitra dari Yordania pada 6 Januari di Ankara, dan mitra dari Irak pada 14 Maret di Baghdad.
Pemerintah Turki sangat mementingkan kerja sama yang erat dengan negara-negara regional dalam menanggapi ancaman keamanan di dalam dan di luar perbatasannya.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas secara komprehensif bidang kerja sama dan mencari solusi untuk masalah regional. Selain itu, Fidan, Guler, dan Kalin mengadakan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi.
Kemudian Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Yousef Huneiti, dan kepala intelijen Yordania Ahmad Husni, kata Kementerian Luar Negeri.
Sebelumnya, kawasan Timur Tengah memang dikenal tidak stabil dalam satu dasawarsa ini. Berbagai perang berkecamuk di sejumlah negara. Afghanistan, Irak, Syiria, Amman, Yordania, dan belakangan perang di Palestina. Perang telah memporak-porandakan tatanan sosial masyarakat di beberapa daerah itu.
Editor: Muhammad Taufiq
