PBNU Resmikan 69 SPPG, Perkuat Peran Pesantren NU Dukung Makan Bergizi Gratis

PBNU Resmikan 69 SPPG, Perkuat Peran Pesantren NU Dukung Makan Bergizi Gratis

Batang, Arina.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meresmikan 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan pesantren dan satuan pendidikan NU di PP Al Hasani Sikebo, Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan, peresmian puluhan SPPG tersebut merupakan wujud kesiapan NU mengambil peran aktif dalam menyukseskan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sejak awal, NU berkomitmen tidak hanya mendukung, tetapi terlibat langsung dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Peresmian SPPG ini menjadi bagian dari ikhtiar tersebut,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya.

Menurut dia, pesantren dan lembaga pendidikan NU memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan jutaan santri dan peserta didik yang menjadi sasaran utama program MBG.

"Dengan infrastruktur yang disiapkan, pesantren NU diharapkan menjadi simpul penting dalam memastikan layanan pemenuhan gizi berjalan secara tertib, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Harian Tim Koordinasi dan Akselerasi (TKA) PBNU Ulun Nuha menjelaskan bahwa 69 SPPG yang diresmikan merupakan bagian dari penguatan ekosistem MBG yang telah berjalan di lingkungan NU.

Ia mengungkapkan, sebelum peresmian ini, 78 SPPG telah lebih dahulu beroperasi di berbagai daerah. Dengan tambahan tersebut, jumlah layanan pemenuhan gizi di lingkungan NU terus meningkat secara signifikan.

"SPPG bukan sekadar unit dapur, melainkan simpul layanan yang memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis sesuai standar gizi, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” jelas Ulun.

Ulun menambahkan, pesantren memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan konsumsi santri. Dengan dukungan sistem MBG dan SPPG, kualitas layanan gizi dapat ditingkatkan secara lebih terukur.

Ke depan, PBNU melalui TKA akan terus melakukan pendampingan, koordinasi, dan akselerasi agar seluruh SPPG yang telah diresmikan dapat beroperasi optimal serta terintegrasi dengan sistem Badan Gizi Nasional.

"Ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses panjang. Jumlah SPPG akan terus ditingkatkan seiring dengan kesiapan pesantren dan satuan pendidikan NU di berbagai daerah,”ujarnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan dampak signifikan, tidak hanya pada perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga pada penguatan ekonomi khususnya di lingkungan pesantren dan warga NU.

Menurutnya, saat ini satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berafiliasi dengan NU terus mengalami peningkatan. Dari sebelumnya puluhan unit yang telah beroperasi, jumlah tersebut akan bertambah seiring rencana peresmian puluhan SPPG baru, sehingga totalnya menjadi ratusan unit yang melayani jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.

"Setiap SPPG bukan hanya unit layanan gizi, tetapi juga pusat perputaran ekonomi. Satu SPPG bisa mengelola dana hingga belasan miliar rupiah per tahun, yang sebagian besar dibelanjakan untuk bahan pangan dari masyarakat sekitar," kata Dadan.


Editor: Muhammad Taufiq
logo