Survei: Ide Trump Ambil Alih Gaza Dianggap 'Gagasan Buruk' Oleh Rakyatnya Sendiri

Survei: Ide Trump Ambil Alih Gaza Dianggap 'Gagasan Buruk' Oleh Rakyatnya Sendiri

Arina.id - Ide gila Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil alih Gaza Palestina terbukti memantik kontroversi di kalangan rakyat Amerika sendiri. Menguasai Gaza dan merelokasi warganya dinilai sebagai ide buruk.

Hal ini terkuak dalam jajak pendapat atau survei warga Amerika. Mereka menganggap mengambil alih Gaza merupakan gagasan buruk. Survei ini dilakukan oleh CBS dan YouGov pada 5–7 Februari 2025 dan dipublikasikan kemarin, Minggu 09 Februari 2025.

Hasilnya menunjukkan hanya 13 persen dari 2.175 responden yang menilai rencana Trump tersebut sebagai "ide bagus", sedangkan 40 persen lainnya ragu-ragu.

Meski demikian, mayoritas responden (54 persen) mengatakan setuju dengan cara Trump menangani konflik Israel-Palestina, sedangkan 46 persen lainnya menyatakan sebaliknya.

Dari mereka yang disurvei, 70 persen di antaranya percaya bahwa Trump memenuhi janjinya selama berkampanye dan 53 persen mengaku puas dengan kinerjanya.

Pada 4 Februari, Trump menyatakan bahwa AS akan mengambil alih Jalur Gaza, wilayah Palestina yang luluh lantak akibat agresi militer Israel sejak Oktober 2023.

Dia juga mengusulkan agar warga di sana dipindahkan ke negara lain agar wilayah itu dapat diubah menjadi "Riviera of the Middle East" atau kawasan pesisir yang indah di Timur Tengah.

Ide Trump usir warga Gaza ditolak Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga merespons keras ide Trump dan Netanyahu mengusir warga Gaza. Ia mengatakan tidak ada kekuatan yang dapat memaksa warga Palestina di Jalur Gaza untuk meninggalkan tanah air yang mereka tempati selama ribuan tahun.

"Palestina, termasuk Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, adalah milik rakyat Palestina," kata dia kepada wartawan di Istanbul sebelum bertolak untuk kunjungan di Malaysia.

Erdogan juga mengecam usulan pemerintah AS terkait Gaza, yang menurutnya dibuat di bawah tekanan rezim Zionis Israel. Dia menyatakan bahwa usulan Donald Trump untuk merelokasi warga Gaza tidak layak untuk dibahas.

Erdogan juga memuji kelompok perlawanan Palestina, Hamas, karena memenuhi janji dalam pertukaran tawanan dengan Israel, meski rezim Zionis berupaya menggagalkan pertukaran itu.

Terkait situasi di Suriah, Presiden Turki itu mengatakan dirinya berharap negara itu mencapai stabilitas dan kedamaian di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed al Sharaa.

Tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok teroris di Suriah, kata Erdogan, seraya mengungkapkan keyakinan bahwa Presiden al Sharaa akan berjuang melawan mereka.


Editor: Muhammad Taufiq
logo