Arina.id -- Kapal sipil The Conscience yang tengah mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Gaza dikabarkan menjadi target serangan drone, pada Jumat (2/5/2025) pagi waktu setempat.
Sesuai pernyataan Freedom Flotilla Coalition, ketika mendapat serangan, kapal tersebut tengah berlayar di wilayah perairan internasional dekat pulau Malta.
Serangan drone dikabarkan sedikitnya terjadi 2 kali di bagian depan kapal, hingga menyebabkan kebakaran di lambung kapal.
"Pada pukul 00.23 waktu Malta (05.23 WIB), kapal Freedom Flotilla menjadi target serangan drone. Bagian depan kapal menjadi target sebanyak 2 kali, yang menyebabkan kebakaran di lambung kapal,” jelas pernyataan tersebut, dikutip dari Antaranews.
Kapal tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza, dengan 16 orang di dalamnya termasuk aktivis Freedom Flotilla.
Disebutkan oleh media lokal Malta, Kapal Freedom Flotilla yang lumpuh lantas diselamatkan oleh otoritas keamanan Malta, usai mengirim sinyal darurat.
Sebelum itu pertolongan pertama dilakukan oleh sebuah kapal tunda, dengan menggunakan peralatan kebakaran.
Imbas serangan drone kapal tersebut lantas kehilangan daya, dan membuatnya dalam risiko tenggelam, jelas pernyataan Freedom Flotilla Coalition.
"Pada sekitar pukul 02.13 waktu setempat (07.13 WIB), dipastikan bahwa semua orang di atas kapal dalam keadaan selamat, namun semuanya menolak untuk meninggalkan kapal," jelas keterangan dari otoritas Malta.
Salah seorang aktivis asal Swedia, Greta Thunberg, mengatakan kepada Reuters bahwa serangan tersebut membuat kerusakan besar di kapal, hingga membuatnya tidak mungkin melanjutkan misi.
Thunberg saat ini berada di Malta dan seharusnya diagendakan ikut bergabung dengan rombongan kapal, untuk melanjutkan misi kemanusiaan ke Gaza.
“Saya menjadi bagian dari kelompok aktivis yang seharusnya menaiki kapal hari ini, untuk melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Ini menjadi salah satu upaya untuk membuka koridor bantuan kemanusiaan, serta mencoba membongkar pengepungan Israel atas Gaza,” jelas Greta Thunberg.
Sebelum itu PBB juga telah menyerukan agar pihak Israel dapat membuka blokade terhadap Gaza agar bantuan kemanusiaan dapat masuk.
"Hukum internasional tidak dapat dibantah: Sebagai kekuatan pendudukan, Israel harus mengizinkan masuknya dukungan kemanusiaan. Bantuan, dan nyawa warga sipil yang diselamatkan, tidak boleh menjadi alat tawar-menawar," kata Tom Fletcher selaku koordinator bantuan darurat PBB, hari Kamis (1/5/2025).
Blokade yang diberlakukan Israel terhadap Gaza, membuat warga sipil kelaparan dan tak mendapat pelayanan medis dasar.
Editor: A. Sentosa
