Indonesia Kutuk Serangan ke Bandara King Khalid di Ibu Kota Riyadh Arab Saudi

Indonesia Kutuk Serangan ke Bandara King Khalid di Ibu Kota Riyadh Arab Saudi

Arina.id - Eskalasi konflik antara Arab Saudi vs Houthi Yaman terus meluas. Infrastruktur sipil menjadi sasaran dalam serangan kedua belah pihak baru-baru ini. Terbaru, sebuah serangan mendarat di Bandara King Khalid di Ibu Kota Riyadh Arab Saudi.

Serangan terhadap infrastruktur bandara Riyadh ini memantik keprihatinan dunia, tidak terkecuali Pemerintah Republik Indonesia (RI). Indonesia menyampaikan kecaman keras atas serangan terhadap kehidupan masyarakat dan infrastruktur sipil tersebut.

Kecaman ini disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam akun media sosialnya, Selasa 13 Oktober 2026. "Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata."

Indonesia prihatin atas sejumlah serangan yang menargetkan bandar udara yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, mengganggu operasional penerbangan sipil, dan berdampak besar pada keselamatan penerbangan.

Di saat yang sama, Indonesia prihatin atas meningkatnya korban jiwa dari kalangan sipil dan situasi kemanusiaan yang kian memburuk di Yaman akibat eskalasi konflik bersenjata.

Kemlu RI menyatakan Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban yang meninggal dan berharap agar warga yang terluka dapat segera pulih.

Merespons eskalasi tersebut, Indonesia kembali mendesak semua pihak terkait untuk menghentikan serangan dan aksi balasan dan menahan diri secara maksimal. Indonesia menyerukan agar semua pihak kembali ke hukum internasional dan memastikan semua tindakan selaras dengan hukum tersebut, khususnya hukum humaniter internasional.

Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan teritorial semua negara di kawasan. "Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai," demikian Kemlu RI.

Sebelumnya, ketegangan di Timur Tengah mengalami eskalasi akibat meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran vs pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi, terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis.

Dikutip dari laporan Xinhua, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan terbaru oleh Houthi terhadap dua bandara di Arab Saudi, kata otoritas Arab Saudi pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Kelompok Houthi Yaman mengkonfirmasi telah melancarkan gelombang baru serangan rudal dan drone terhadap sejumlah bandara dan lokasi militer di kerajaan tersebut. Serangan sebelumnya juga menghantam fasilitas kilang minyak Aramco dan Bandara.

Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengatakan serangan tersebut menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi barat daya dan Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh pada Selasa hingga Rabu (6-7) Oktober 2026.


 


Editor: Muhammad Taufiq
logo