PBNU Tetapkan Awal Jumadal Akhirah 1446 H Jatuh pada Selasa, 3 Desember 2024

PBNU Tetapkan Awal Jumadal Akhirah 1446 H Jatuh pada Selasa, 3 Desember 2024

Jakarta, Arina.id – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) resmi menetapkan awal bulan Jumadal Akhirah 1446 H jatuh pada Selasa, 3 Desember 2024 M.

Keputusan ini dituangkan dalam Pengumuman Nomor 11/PB.08/A.II.01.13/13/12/2024 yang ditandatangani oleh Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa, dan Sekretaris LF PBNU, H Asmui Mansur, pada Ahad, 1 Desember 2024.

Dalam pengumuman yang diterima Arina.id Keputusan ini didasarkan pada hasil pengamatan hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Ahad, 29 Rabiul Akhir 1446 H (1 Desember 2024 M), yang menunjukkan bahwa posisi hilal masih berada di bawah ufuk.

Sebagai tindak lanjut, awal Jumadal Akhirah 1446 H ditetapkan melalui metode istikmal (penyempurnaan bulan) menjadi Selasa Wage, 3 Desember 2024 M.

Lembaga Falakiyah PBNU juga menyampaikan apresiasi kepada Nahdliyin atas kontribusi dalam pelaksanaan rukyatul hilal.

LF PBNU meminta jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia untuk menyebarluaskan pengumuman ini kepada warga Nahdlatul Ulama, khususnya para pengurus di wilayah dan cabang masing-masing.

Data dan Analisis Hilal
Hilal akhir Jumadal Ula 1446 H tercatat dengan ketinggian 0 derajat 14 menit 47 detik, elongasi 5 derajat 05 menit 59 detik, dan durasi di atas ufuk selama 4 menit 41 detik.

Ijtima (konjungsi) terjadi pada Ahad Pahing, 1 Desember 2024, pukul 13:20:01 WIB, berdasarkan penghitungan di Markaz Jakarta, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS dan 106º 50’ 50” BT).

Ketinggian hilal terkecil tercatat di Kota Jayapura, Papua, dengan -0 derajat 47 menit, elongasi 4 derajat 442 menit, dan durasi hilal 0 menit.

Sementara itu, ketinggian hilal terbesar terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, dengan 0 derajat 19 menit, elongasi 5 derajat 07 menit, dan durasi hilal 5 menit 06 detik.

Dalam foto yang diterima Arina.id dijelaskan juga terkait posisi hilal dan prakiraan bentuk hilal di ufuk barat Indonesia pada saat Matahari terbenam Ahad 29 Jumadal Ula 1446H/1 Desember 2024. Garis putih putus-putus adalah batas IRNU. Semua area di bawah garis ini merupakan zona istihalah al-rukyah. 

Garis kuning putus-putus di atas garis IRNU adalah garis QRNU. Area di antara kedua garis tersebut merupakan zona imkan al-rukyah. Sedangkan area di atas garis QRNU merupakan zona qath'iy al-rukyah.

Kriteria Imkanurrukyah Tidak Terpenuhi
Meskipun hilal di atas ufuk, data menunjukkan kriteria imkanurrukyah (kemungkinan terlihatnya hilal) belum terpenuhi.

Tinggi hilal kurang dari 3 derajat dan elongasi kurang dari 6,4 derajat, sehingga istikmal menjadi metode yang digunakan untuk menetapkan awal bulan ini.

Dengan keputusan ini, umat Islam diharapkan dapat menjalankan aktivitas keagamaan sesuai dengan kalender yang telah ditetapkan.


Editor: Kendi Setiawan
logo