Ulama Harus Tebarkan Motivasi Bukan Frustasi

Ulama Harus Tebarkan Motivasi Bukan Frustasi

Bandarlampung, Arina.id
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung Prof. Moh. Mukri mengajak alim dan ulama serta cendekiawan Muslim untuk menebarkan motivasi dan optimisme kepada masyarakat. Hal ini menyikapi kondisi saat ini di mana beredar narasi pesimisme terhadap kondisi bangsa Indonesia yang disebarkan melalui media sosial.

Narasi tersebut lebih menonjolkan dan menviralkan hal-hal negatif tentang Indonesia yang banyak tak berdasar. Seakan-akan Republik ini tidak ada baiknya sama sekali sehingga akan terbangun stigma negatif pada bangsa sendiri. Sehingga bisa saja nanti terbangun kesimpulan bahwa setan lebih dominan dari pada Tuhan.

“Kalau semuanya jelek kan itu kehendak setan. Sementara Allah swt dengan ajaran agamanya, dan seluruh agama di dunia mengajarkan kebaikan,” tegasnya saat memberi sambutan pada Silaturahmi Alim Ulama dan Penguatan Dai Wasathiyah Provinsi Lampung dengan tema “Bersama Ulama, Lampung Damai” di Ballroom Hotel Novotel pada Sabtu (10/8/2024).

Menurutnya, akan sangat berbahaya jika kebaikan di muka bumi ini kalah dan hilang dari kejelekan atau keburukan. Oleh karenanya perlu dibangun narasi motivasi dan menghindari narasi frustasi. Khususnya para ulama yang menjadi tokoh masyarakat harus mampu mewujudkan kebaikan.

“Jangan sampai yang ada di MUI malah mengompor-ngompori. Justru yang harus disampaikan adalah Islam yang Rahmatan lil Alamin, Islam yang sejuk, Islam yang memotivasi, bukan sebaliknya Islam yang mengajarkan frustasi,” ajaknya.

Terutama jelang Pilkada, di mana menurut Prof Mukri sangat rentan sekali terjadi polarisasi akibat beda pilihan dalam kontestasi memilih pemimpin daerah, para ulama tidak boleh saling olok-mengolok dan menjelekkan pilihan orang lain. Perbedaan dalam kehidupan merupakan ketetapan Allah (Sunnatullah) yang dikelola dalam agama.

Ia menegaskan, tidak ada agama yang mengajarkan kepada keburukan. Semua agama pasti mengajarkan kebaikan, kesantunan, dan toleransi. Terlebih bangsa Indonesia yang memang dari nenek moyangnya mewarisi gen yang moderat dan toleran yang terangkum dalam prinsip Bhinneka Tunggal Ika. 

Ia mengajak para ulama untuk menghadirkan spirit perdamaian, keamanan, kenyamanan yang membuahkan kesentosaan. “Tidak mungkin ada kesentosaan kalau tidak ada aman dan nyaman,” pungkasnya.

Sementara Pj Gubernur Lampung, Samsudin yang hadir pada kesempatan tersebut mengajak para ulama untuk memperkuat kebersamaan untuk mewujudkan pilkada yang berjalan dengan damai, adil dan kondusif.

“Maka kita harus saling merangkul, bergandengan bersama dan berjalan bersama untuk menyukseskan pilkada yang damai,” ajaknya pada kegiatan yang menghadirkan Keynote Speaker Prof M. Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa.

Dalam kegiatan tersebut digelar juga dialog panel yang menghadirkan narasumber Kapolda Lampung Helmy Santika dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung H Puji Raharjo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Lampung, ketua ormas, perguruan tinggi, dan ketua serta sekretaris dari 15 kabupaten/kota di Lampung.  


Editor: Muhammad Faizin
logo