Hari Ini Rupiah Menguat, Tapi Diprediksi Melemah Lagi Akibat Pemangkasan Suku Bunga AS

Hari Ini Rupiah Menguat, Tapi Diprediksi Melemah Lagi Akibat Pemangkasan Suku Bunga AS

Arina.id - Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat 13 November 2025, nilai tukar rupiah (kurs) memang menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.725 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.728 per dolar AS.

Namun penguatan itu diprediksi bakal tidak lama. Rupiah diramalkan bakal kembali melemah. Demikian disampaikan pengamat pasar uang yang juga Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra. Ia memprediksi nilai tukar rupiah akan melemah seiring ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga AS menyusut.

"Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga AS yang menyusut belakangan ini masih menjadi momok untuk rupiah," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Mengutip Xinhua, dengan berakhirnya penutupan pemerintah (government shutdown) federal AS tadi malam, investor mengalihkan perhatian mereka terhadap data ekonomi pemerintah AS yang tertunda, serta potensi dampaknya terhadap prospek kebijakan Federal Reserve.

Ketidakpastian atas prospek ekonomi telah mempersulit ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Desember dan seterusnya. Pasar sekarang memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan Fed berikutnya sekitar 50-50, dibandingkan dengan sekitar 95 persen sebulan yang lalu, menyusul serangkaian komentar hawkish dari pejabat bank sentral.

“Ditambah sikap longgar BI (Bank Indonesia) dan stimulus pemerintah juga memberikan tekanan ke rupiah,” ungkap Lukman.

Terkait pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pekan depan, dia merasa bank sentral Tanah Air harus menahan diri untuk melakukan pemangkasan suku bunga seiring stimulus ekonomi sudah banyak diberikan, sembari melihat perkembangan sebelum melakukan perubahan suku bunga kembali.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp16.750-Rp16.700 per dolar AS.


Editor: Muhammad Taufiq
logo