Arina.id - Baru saja reda kegaduhan akibat kasus keracunan siswa sekolah setelah menyantap menu Makan Bergisi Gratis (MBG), kini muncul lagi keluhan dari Bangkalan Madura Jawa Timur. Ada sekitar 552 porsi MBG dikabarkan berbau busuk dan ada belatungnya.
Keluhan ini direspons oleh pemerintah kabupaten setempat dengan cara melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan distribusi makanan setelah temuan itu. Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan segera memanggil semua pengelola SPPG setempat.
"Sejak adanya kasus itu, kami langsung memanggil seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan melakukan inspeksi langsung ke lokasi dapur penyedia makanan," katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin 29 September 2025.
Ia menjelaskan, bersama Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja'far telah berkoordinasi dan berbagi tugas pengawasan. "Saya mengurus di hulu, sedangkan pak Wabup di hilir dengan melakukan inspeksi langsung makanan yang disalurkan kepada siswa," kata Lukman.
Menurut bupati, program MBG merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang harus mendapatkan perhatian serius bagi semua kalangan, termasuk pemkab.
Oleh sebab itu, kata dia, perlu juga diperhatikan agar semua kegiatan sesuai petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), karena kasus yang terjadi di Bangkalan, kemungkinan pola penyajiannya tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan BGN.
"Koordinasi antara SPPG dan Pemkab Bangkalan selama ini masih kurang, sehingga kami mengambil inisiatif untuk jemput bola demi memastikan kualitas dan keamanan makanan MBG. Kita juga sudah punya Satgas, tapi koordinasi dari teman-teman SPPG ke kita relatif kurang. Banyak yang jalan tanpa pamit. Makanya kami turun langsung agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar bupati.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan ini mengajak semua pihak untuk meningkatkan koordinasi agar program baik pemerintah pusat tersebut berjalan sesuai harapan.
Sebelumnya sebanyak 552 porsi MBG di SMA Negeri 3 Bangkalan ditemukan berbau busuk dan berulat. Pihak sekolah akhirnya menolak ratusan porsi MBG itu dan meminta agar pengelola makanan menarik makanan itu.
Kasus keluhan MBG juga sempat datang dari sejumlah daerah, salah satunya Kabupaten Bandung Barat. Ada sejumlah siswa yang mengeluhkan mual-mual--diduga keracunan--setelah menyantap menu MBG. Kasus ini pun mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Editor: Muhammad Taufiq
