Arina.id - Genjatan senjata antara Israel dan militan Gaza Palestina diperpanjang hingga pekan depan. Namun Israel melanggar perjanjian. Serdadu negeri Zionis tersebut sejak dini hari tadi, Kamis 10 Juli 2024, kembali mebombardir wilayah selatan Gaza hingga menyebabkan 24 orang tewas.
Seperti dilaporkan Aljazeera, pasukan Israel mengintensifkan serangan udara untuk membombardir warga. Dokter di rumah sakit terbesar di Gaza mengatakan lebih dari 100 bayi lahir prematur dan 350 pasien terancam karena kekurangan bahan-bahan kebutuhan hidup.
Padahal sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kerangka waktu untuk gencatan senjata diperpanjang. Ia sempat mengatakan, "ada kesempatan yang sangat bagus, kesepakatan di Gaza minggu ini atau berikutnya," katanya.
Namun pihak Hamas mengatakan, pembicaraan gencatan yang berlangsung di Qatar sulit karena Israel keras kepala. Akan tetapi seorang pejabat senior Israel melempar ekspektasi bahwa kesepakatan mungkin terjadi sebelum Netanyahu meninggalkan Washington, DC, hari ini. Demikian dilaporkan Reuters.
Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Israel dan Hamas mungkin dapat mencapai gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pembebasan tawanan dalam waktu satu atau dua minggu, tetapi kesepakatan seperti itu tidak mungkin tercapai hanya dalam waktu satu hari.
Pejabat tersebut mengatakan jika kedua belah pihak menyetujui usulan gencatan senjata 60 hari, Israel akan menggunakan waktu tersebut untuk menawarkan gencatan senjata permanen yang mengharuskan Hamas melucuti senjata. Jika Hamas menolak melucuti senjata, Israel akan "melanjutkan" operasi militer di Gaza, kata pejabat tersebut.
Sampai saat ini perang Israel-Hamas di Gaza telah menewaskan sedikitnya 57.575 orang dan melukai 136.879 orang. Demikian data Kementerian Kesehatan Gaza. Diperkirakan 1.139 orang tewas di Israel selama serangan 7 Oktober 2023 dan lebih dari 200 orang ditawan.
Lebih lanjut tentang penyerbuan mematikan Israel di desa Rummanah, wilayah Tepi Barat yang diduduki Zionis, dilaporkan kalau serdadu Netanyahu membunuh seorang pria selama penyerbuan dini hari tersebut.
Sementara itu seorang angkatan bersenjata Israel berdalih pembunuhan dilakukan sebab salah satu tentaranya ditusuk di Rummana. Pernyataan militer yang dibuat pada X itu mengatakan tentara tersebut dibawa ke rumah sakit, dengan luka-luka yang digambarkan tidak serius.
Selain itu, pasukan Israel juga menangkap sejumlah warga Palestina selama serangan terpisah di kamp pengungsi Qalandiya di Provinsi Yerusalem.
Editor: Muhammad Taufiq
