Jakarta, Arina.id—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Keuskupan Agung Jakarta berkomitmen membangun gerakan bersama bertajuk Gerakan Ketahanan Sosial. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan atas dampak konflik global yang kian dirasakan masyarakat, termasuk di Indonesia.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Wisma Keuskupan Agung Jakarta pada Jumat sore (10/4/2026).
Bagi Gus Yahya, safari dan silaturahim ini bagian dari kunjungannya kepada Duta Besar negara-negara sahabat dan tokoh agama untuk membahas dampak konflik global, khususnya bagi masyarakat akar rumput.
"Ini adalah gerakan kolektif untuk mengajak semua lapisan masyarakat mengembangkan kapasitas saling tolong-menolong, memperkuat solidaritas, dan gotong royong sampai di tingkat akar rumput,” jelas Gus Yahya seusai pertemuan.
Didampingi Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Alissa Wahid dan beberapa pimpinan Lembaga PBNU menyatakan siap menggerakan semua resources dan jejaring kelembagaan, seperti Lazisnu dan GKMNU, untuk mendorong inisiatif Ta’awun Ijtima’i ini.
"Tentu saja PBNU harus bekerja bersama para tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat. Kami sudah dan akan terus berdiskusi untuk konsolidasi dengan sejumlah tokoh serta pemimpin agama,” terangnya.
"Tim teknis kami akan segera berkomunikasi dan merumuskan langkah langkah strategis mewujudkan inisiatif ini,” imbuh Gus Yahya.
Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menyambut baik inisiatif tersebut. Pihaknya menyatakan siap berkomunikasi dengan segenap pimpinan gereja untuk menindaklanjuti dan mendukung inisiatif ini.
"Kami terpanggil untuk turut serta dalam setiap inisiatif yang bertujuan untuk membantu masyarakat akar rumput,” jelas Kardinal.
Editor: Suci
