Arina.id. Serangan terbaru Israel ke wilayah Gaza, Palestina, kembali memakan korban. Kali ini lima orang jurnalis dikabarkan meninggal dunia setelah pusat kamp pengungsi Nuseirat digempur pasukan Israel.
Berdasarkan laporan Al-Jazeera pada Kamis, 26 Desember 2024, pasukan Israel terus membombardir Gaza.
Akibatnya, serangan itu turut menewaskan lima orang. Serbuan tentara Israel menyasar kendaraan yang sedang ditumpangi di pusat kamp pengungsi Nuseirat.
Sumber yang sama menyebutkan kendaraan pers itu sebenarnya diserta dengan tanda khusus dan parkir di Rumah Sakit al-Awda yang terletak di kamp pengungsi Nuseirat.
Kendati demikian, Israel tetap saja menyasar kendaraan tersebut hingga menewaskan lima wartawan Palestina. Mereka selama ini dikabarkan bekerja untuk Al-Quds Today.
Yang cukup membuat miris adalah salah satu korban merupakan Ayman al-Jadi. Ia dalam kondisi sedang menunggu kelahiran anaknya.
Tak hanya itu, serangan terbaru Israel juga memakan lima korban lain dalam upaya pengeboman terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di sebelah utara Kota Gaza. Serangan pada hari yang sama turut membikin setidaknya 30 orang dinyatakan hilang.
Dalih Militer Israel
Militer Israel berdalih serangan tersebut ditujukan untuk mengincar sebuah kendaraan yang dianggap berisi satu regu teroris asal Jihad Islam Palestina.
Jihad Islam Palestina termasuk sebuah kelompok bersenjata di Gaza. Kemudian, serangan Israel turut menyasar Jalur Gaza.
Tentara Israel dilaporkan meluncurkan bahan peledak hingga melukai perawat di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
Menurut laman WAFA News Agency, Rabu, 25 Desember 2024, serangan Israel di kota Rafah, Jalur Gaza selatan, mengakibatan tiga warga sipil meninggal dunia.
Serangan yang sama juga membuat beberapa warga lain mengalami luka. Mayoritas korban dalam kondisi kritis.
Israel turut melakukan operasi dengan cara melancarkan pengeboman dalam skala besar-besaran di lingkungan sekitar Al-Alami, Rumah Sakit Kamal Adwan, dan membakar rumah warga di Jabalia Al-Nazla, Jalur Gaza utara.
Di Tepi Barat, pasukan Israel menahan setidaknya 25 warga Palestina. Menurut Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Otoritas Palestina serta kelompok Masyarakat Tahanan Palestina, penahanan itu tersebar di berbagai lokasi yang diduduki di Tepi Barat.
Editor: Abdul Fatah
