Jakarta Arina.id — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa pembangunan kampung haji Indonesia di Arab Saudi masih belum bisa digunakan untuk jamaah haji 2026 ini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026).
Menurut Dahnil, Kampung Haji memerlukan waktu yang tidak sebentar dalam pembangunannya. Namun ia menegaskan bahwa proses pembangunan saat ini sudah berjalan.
"Pembangunan kampung haji ini tidak bisa instan. Tahun ini belum bisa digunakan, bahkan 2026 juga belum, karena prosesnya masih berjalan," katanya kepada wartawan.
Dahnil menyebut pembelian hotel yang menjadi aset Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi juga baru akan rampung pada April 2026.
Ia menyebut hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa Kampung Haji belum bisa digunakan tahun ini.
"Kemarin kita sudah koordinasi dengan Danantara 2026 kita belum bisa menggunakan karena Novotel itu yang baru dibeli itu baru selesai proses pembeliannya sekitar bulan April," ujarnya.
Dahnil menjelaskan, saat ini baru satu aset hotel yang masuk tahap akhir pembelian, sementara proyek lainnya masih berada pada tahap lelang dan perencanaan.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memastikan Kampung Haji belum beroperasi pada 2026. Ia mengatakan Kampung Haji yang berada di Makkah ditargetkan dapat beroperasi pada 2028.
"Yang jelas tahun ini belum bisa, belum bisa. Tahun depan, karena membangun itu kan enggak cukup setahun. Kita harapkan paling lambat tahun 2028 itu ada sebagian tower yang bisa dipakai,” kata Irfan usai acara media briefing outlook penyelenggaraan haji di Asrama Haji Pondok Gede.
Editor: Kendi Setiawan
