Arina.id - Empat jurnalis Al-Jazeera dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan Zionis Israel di Gaza Palestina. Para koresponden jaringan media terbesar di Timur Tengah yang meninggal itu ialah: Anas al-Sharif, Mohammed Qreiqeh, fotografer Ibrahim Zaher dan Mohammed Noufal.
Dalan keterangannya, Al-Jazeera mengutuk pembunuhan terhadap jurnalisnya dan menuduh pasukan pendudukan Israel sengaja melakukan kejahatan dan mengancam kebebasan pers. Para jurnalis itu menjadi sasaran serangan terarah ke tenda tempat mereka bertugas di seberang Kompleks Medis Al-Shifa di Gaza.
Di lokasi tersebut mereka meninggal sebagai martir. Serangan terjadi di tengah bencana kelaparan sebagai akibat dari blokade Israel yang terus berlanjut di Gaza. Israel juga tanpa henti melakukan pembantaian terhadap warga sipil, menyebabkan kelaparan parah, dan penghancuran seluruh komunitas.
Al-Jazeera menilai perintah untuk membunuh Anas Al Sharif, salah satu jurnalis Gaza yang paling berani, dan rekan-rekannya, merupakan upaya putus asa Israel membungkam suara-suara yang mengungkap rencana perebutan dan pendudukan di Gaza.
Al-Jazeera menganggap pasukan pendudukan dan pemerintah Israel bertanggung jawab sebab pasukannya sengaja menargetkan membunuh para jurnalisnya. Apalagi hasutan dan seruan agar menargetkan jurnalis Al-Zeera berulang kali disampaikan berbagai pejabat dan juru bicara Israel.
Anas dan rekan-rekannya merupakan salah satu suara terakhir Al-Jazeera yang tersisa di Gaza. Ia memberikan liputan langsung tanpa filter kepada dunia tentang realitas mengerikan dialami rakyatnya.
Sementara media internasional dilarang masuk, para jurnalis Al Jazeera tetap berada di Gaza yang terkepung, merasakan kelaparan dan penderitaan yang mereka dokumentasikan melalui lensa mereka.
Melalui liputan langsung yang berkelanjutan dan berani, mereka telah menyampaikan kisah-kisah saksi mata yang memilukan tentang kengerian yang dilakukan serdadu Israel selama 22 bulan pengeboman dan penghancuran tanpa henti.
Meskipun kehilangan sejumlah jurnalis akibat serangan yang disengaja dan bekerja di bawah ancaman terus-menerus, Anas Al Sharif, Mohammed Qraiqea, dan rekan-rekan mereka tetap bertahan di jalur itu untuk memastikan dunia melihat kebenaran mengerikan dialami penduduk Gaza.
Sambil mengutuk keras kejahatan keji ini, Al-Jazeera juga menyerukan kepada komunitas internasional dan semua organisasi terkait untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan genosida yang sedang berlangsung dan mengakhiri penargetan yang disengaja terhadap jurnalis.
Al-Jazeera menekankan, kekebalan bagi para serdadu Israel pelaku kejahatan dan kurangnya akuntabilitas justru memperkuat tindakan Zionis, mendorong mereka melakukan penindasan lebih lanjut terhadap para saksi kebenaran itu sendiri.
Editor: Muhammad Taufiq
