Arina.id - Amerika Serikat (AS) menunjukkan kode-kode bakal terlibat dalam perang antara Iran vs Israel. Walaupun dalam serangan Jumat, 13 Juni 2025 lalu, Presiden Donald Trump menyampaikan kalau negerinya tidak terlibat dalam serangan yang menandai genderang perang selama enam hari ini.
Tetapi belakangan sikap Trump sepertinya mulai goyang seiring dengan buntunya ruang negosiasi soal nuklir Iran baru-baru ini. Dalam beberapa unggahan di media sosianya, presiden Amerika itu menyinggung soal posisi AS terhadap Iran. Ia misalnya, sempat menuntut Iran menyerah tanpa syarat.
Trump juga mengatakan, "Kita sekarang memiliki kontrol lengkap dan total atas langit di atas Iran." AS juga mengerahkan lebih banyak pesawat tempur ke Timur Tengah. Diksi "kita" jelas merujuk pada Israel dan Amerika Serikat.
Portal berita Axios melaporkan, saat ini Trump tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan AS terlibat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, khususnya pusat pengayaan uranium bawah tanah di Fordow. Amerika sendiri memiliki pangkalan militer di sejumlah negara yang bertetangga dengan Iran, di Afghanistan, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi.
Lalu bagaimana dengan rakyat Amerika sendiri? Jajak pendapat yang dilakukan YuGov dan The Economist menyimpulkan mayoritas warga tidak ingin negaranya terlibat dalam konflik tersebut. Sebanyak 60 persen warga AS menolak campur tangan negara dalam konflik.
Seperti dikutip dari Sputnik, hanya 16 persen responden dalam jajak pendapat itu yang mendukung keterlibatan militer Amerika, sedangkan 24 persen lainnya mengaku tidak tahu atau belum menentukan sikap.
Di sisi lain, mayoritas responden (56 persen) mendukung keterlibatan AS dalam perundingan dengan Iran terkait program nuklir di negara itu, sedangkan 18 persen responden lainnya menentang. Survei tersebut dilakukan pada 13–16 Juni dengan melibatkan lebih dari 1.500 responden dari seluruh AS.
Editor: Muhammad Taufiq
