Kisah para Jemaah Lansia dari Banjarnegara Jateng Tunaikan Ibadah Haji dengan Sehat dan Bahagia

Kisah para Jemaah Lansia dari Banjarnegara Jateng Tunaikan Ibadah Haji dengan Sehat dan Bahagia

Banjarnegara, Arina -- Jemaah haji Indonesia mulai kembali ke Tanah Air setelah menunaikan Ibadah haji tahun 2024 (1445 Hijriah) di Tanah Suci. Jemaah haji Banjarnegara Jawa Tengah yang tergabung dalam kelompok terbang,13,14,15 dan 16 telah pulang ke kampung halaman. 

Tahun ini, di Banjarnegara ada 816 orang jemaah yang berangkat ke Tanah Suci. Namun, ada satu jemaah yang meninggal dunia di Madinah, sehingga yang pulang ke Tanah Air sejumlah 815 jemaah.

Rata-rata usia calon jemaah haji asal Banjarnegara tahun 2024 lebih muda dibandingkan jemaah tahun sebelumnya. Data Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara untuk tahun 2023, usia calon jemaah haji paling tua adalah 94 tahun. Sementara untuk tahun 2024 jemaah tertua adalah 86 tahun atas nama Miskun dari Desa Wanadadi; sementara yang paling muda berusia 21 tahun dari Kecamatan Bawang atas nama Adela Bela Safitri.

Selain Miskun, jemaah haji yang lanjut usia (lansia) antara lain Sutimah (85 tahun) warga Desa Wanadadi RT 01/02 Kecamatan Wanadadi. Kemudian, Parni (85 tahun) dari Desa Dermayasa RT 03/05 Kecamatan Pejawaran, Tumini (85 tahun) dari Desa Karanganyar Kulon 02/02 Kecamatan Madukara, Khasidah (84 tahun) dari Desa Kepakisan RT 03/02 Kecamatan Batur, dan Sumarmo dari Desa Balun RT 02/01 Kecamatan Wanayasa.

Bersyukur
Pulangnya para jemaah haji itu disambut oleh para pejabat, keluarga dan masyarakat Banjarnegara baik sejak kedatangan di Asrama Haji Donohudan Boyolali maupun setelah tiba di kampung halaman, pada tanggal 26 dan 27 Juni 2024 lalu.

Haji Miskun yang berusia 86 tahun saat ditemui di Pendapa Dipayudha Banjarnegara usai penyambutan, mengaku sangat bersyukur telah tiba kembali di kampung halaman tercinta. Meski sudah berusia lanjut, Miskun sangat bersemangat untuk berangkat haji. 

"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bisa menyelesaikan ibadah haji, setelah menunggu puluhan tahun,” ujarnya singkat. Binar kebahagiaannya terpancar dari senyum sepuhnya.

Hal serupa dirasakan Mbah Sutimah (85 tahun), juga warga Desa Wanadadi Kecamatan Wanadadi. Ia mengaku sangat senang bisa berhaji dalam kondisi sehat hingga akhir. 

"Alhamdulillah, bahagia sekali mendapat panggilan Allah berhaji tahun ini. Saya sampai nangis berkali-kali saat beribadah di sana," ujar Mbah Sutimah. 

Ia mengungkapkan perasaan bahagiannya bisa berangkat haji tahun ini. Dia juga merasakan pelayanan yang baik selama beribadah haji. "Alhamdulillah diberi kenikmatan, diberi kesehatan bisa beribadah haji," tuturnya.

Demikian juga yang dirasakan Mbah Khasidah (84 tahun) dari Desa Kepakisan Kecamatan Batur. Meski sudah lansia dan sering terganggu kesehatannya, di Tanah Suci ia diberi kemudahan dan kelancaran sehingga bisa menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. 

"Matur nuwun sanget, lan alhamdulillah sanget. Di sana (Tanah Suci) saya merasa sehat dan diberi kemudahan, sehingga bisa lancar hajinya,” ujarnya dengan penuh kebahagiaan.

Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banjarnegara Ali Mustofa mengatakan, seluruh jemaah haji dari Banjarnegara dari kloter 13, 14, 15, dan 16 telah tiba di kampung halaman dengan selamat dan sehat wal afiat. Adapun jemaah haji yang wafat satu orang, atas nama Basirun Mangsuri, 68 tahun asal Desa Dermayasa Kecamatan Pejawaran di Madinah.

"Saya sampaikan selamat kepada seluruh jemaah haji baru dari Kabupaten Banjarnegara. Semoga Bapak Ibu semua menjadi Haji dan Hajah  yang mabrur dan menjadi tauladan di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah berpartisipasi dalam seluruh proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji tahun 2024 ini.

“Para petugas ini sangat membantu terutama dalam pendampingan jemaah yang sudah lanjut usia. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras para petugas kita yang luar biasa,” ujarnya.

5 bekal jadi haji mabrur
Sementara itu, Ustadz Andy Julianto, salah seorang Pembimbing Ibadah dan unsur TPHD dari Kabupaten Banjarnegara, ada 5 bekal kunci untuk menjadi haji mabrur. 

"Yang pertama, pastinya niat. Ini yang fundamental. kemudian senantiasa bersyukur, bersabar, beristighfar dan doa. Jangan lupa doakan keluarga di Tanah Air. Untuk ibadah di tanah suci, kita harus selalu menjaga kekompakan, jaga kesehatan dan selalu komunikasi," pesan Ustadz Andy.

Menurut Ustadz Andy, ibadah haji butuh kesehatan prima, terlebih untuk para lansia. Menjaga kondisi agar kesehatan tetap prima adalah sangat penting. Di samping itu selalu bersyukur dan berfikir positif.

"Bagi Bapak, Ibu dan Saudara yang akan berhaji ataupun umroh di tahun, persiapkan latihan fisik sesuai dengan usia. Yang penting rutin dan sesuai kondisi fisik saat ini, terutama bagi kaum lansia. Kalau untuk pelaksanaan di sana, nanti akan dipandu dan didampingi, insyaallah kaum lansia sangat diperhatikan," pungkas Ustadz Andy.*


Editor: Kendi Setiawan
logo