Arina.id -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan penolakannya untuk berunding dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terkait persoalan program nuklir Iran. Hal tersebut disampaikan Pezeshkian pada Selasa (12/3/2025) kemarin.
"Jika Anda mengancam saya, saya tidak akan berunding, lakukan apa pun yang Anda inginkan," kata Pezeshkian, dikutip dari Anadolu.
"Bagi kami, tidak dapat diterima jika mereka (AS) memberi perintah dan membuat ancaman. Saya bahkan tidak akan berunding dengan Anda (Trump)," lanjutnya.
Kritik Masoud Pezeshkian tersebut juga mengacu kepada perlakukan Donald Trump terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih tempo hari.
“Orang benar-benar merasa malu atas apa yang Trump lakukan terhadap Zelensky," terang Pezeshkian.
Penolakan negosiasi oleh Masoud Pezeshkian menyusul pernyataan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang menekankan bahwa Iran tidak bisa 'diintimidasi' untuk melakukan perundingan.
Pezeshkian mengakui bahwa perundingan tidak mungkin terjadi sepanjang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menentangnya.
Sebelum itu pada 7 Maret 2025, Donald Trump sempat menyinggung bahwa dirinya sudah menulis surat kepada Khamenei, terkait desakan soal perundingan program nuklir Iran.
Hanya berselang sehari kemudian, Khamenei langsung memberi respon penolakan keras terhadap hal yang ia gambarkan sebagai taktik intimidasi.
Tanpa menyebut nama Trump, Khamenei menegaskan bahwa desakan Presiden AS untuk berunding bukanlah untuk menyelesaikan masalah, tapi memaksakan tuntutan AS kepada Iran.
"Sejumlah pemerintah yang suka mem-bully, saya benar-benar tidak tahu istilah yang lebih tepat untuk beberapa tokoh dan pemimpin asing selain kata bullying, bersikeras untuk berunding," kata Khamenei dalam pernyataannya, dikutip dari Detik.
"Perundingan mereka tidak ditujukan untuk menyelesaikan masalah, tapi bertujuan untuk mendominasi," lanjutnya.
Pada Rabu (12/3/2025) kemarin, kantor berita Mehr melaporkan bahwa diplomat Uni Emirat Arab (UEA) telah menyampaikan surat dari Presiden Donald Trump kepada Menteri Luar Negeri Iran.
Menlu Iran Abbas Araqchi menerima surat tersebut dalam pertemuan dengan Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden UEA.
Editor: A. Sentosa
