Kunjungi Jabal Uhud, Jemaah Asal Bandung Ini Doakan Seluruh Orang Indonesia Bisa Berhaji

Kunjungi Jabal Uhud, Jemaah Asal Bandung Ini Doakan Seluruh Orang Indonesia Bisa Berhaji

Madinah, Arina.id -- Usai tiba di Kota Madinah Arab Saudi, Jemaah Haji Indonesia melakukan ziarah ke Jabal Uhud. Kawasan Jabal Uhud menjadi salah satu lokasi ziarah yang selalu dikunjungi jemaah asal Indonesia baik saat musim haji maupun umrah. 

Jabal Uhud merupakan salah satu destinasi ziarah para jemaah untuk mengenang peristiwa sejarah peperangan antara bala tentara Rasulullah melawan kaum Quraisy. 

Dari pantauan tim MCH PPIH Arab Saudi, Jumat (17/5/2024) kedatangan Jemaah asal Indonesia terbagi atas beberapa kloter. Beberapa rombongan juga mendapat pendampingan dari para pembimbing ibadah haji dan ketua rombongan. Termasuk rombongan jemaah dari Kabupaten Subang, Jawa Barat. 

Di lokasi Jabal Uhud juga terlihat makam sahabat Rasulullah yakni Abdullah bin Jubair, dan Ibnu Al Walid serta paman Rasulullah Hamzah Bin Abdul Muthalib. 

Seorang Jemaah Asal Embarkasi Kertajati (Bandung), Yuyun Waria Cardi tak tahan membendung air matanya usai tiba di Jabal Rohmah yang menjadi lokasi berdiri tentara pemanah Rosulullah. 

"Begitu turun bis langsung menangis sampai ke sini sampai gak bisa berhenti nangis. Sampai gak bisa ngomong. Bahagia banget ya Allah, baru pertama kali menginjakkan kaki ke tanah suci," ujar jemaah yang sudah mengantri 11 tahun ini sembari terisak. 

Yuyun juga berdoa agar kelak bukan hanya dirinya yang bisa berkunjung ke Jabal Uhud, namun juga saudara- saudara yang ada di Indonesia. 

"Yang belum ke sini semoga cepat menyusul. Saudara - saudara kita yang di Indonesia bisa menyusul ke sini ke tanah suci Madinah dan Makkah untuk bisa haji dan umroh," katanya. 

Sementara, Kepala Seksi Bimbad PHD Embarkasi Kertajati Ajhari mengatakan Jabal Uhud menjadi lokasi pertama yang dikunjungi rombongan. Tujuan ziarah ke makan sahabat dan paman Rasululah tentu menguatkan para jemaah untuk mentauladani perjuangan Rasulullah dalam menyiarkan ajaran islam. 

"Uhud suatu destinasi perjuangan Rasulullah bersama sahabat. Uhud adalah salah satu bukti sejarah yang menampilkan  perjuangan Rasulullah SAW menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya, memberikan motivasi kepada jemaah, bahwa Islam adalah agama yang diridhoi oleh Allah SWT sebagai tuntunan kehidupan," ujar Ajhari. ​​​​​​​

Ziarah ini juga mengingatkan semua manusia harus mengetahui keberadaan Uhud. "Di sini, juga salah satu paman Rasulullah SAW meninggal saat peperangan. Perlunya religi ke tempat - tempat seperti ini agar mereka lebih bersemangat, istiqomah, dalam memahami ajaran agamanya. Siapa pun dia, harus mengenal sejarah agamanya," katanya. 

Sementara, Jemaah Haji Kabupaten Subang, Jawa Barat Rohmat Buchori mengatakan, peristiwa perang Uhud menjadi salah satu saksi sejarah peradaban Islam di dunia. Jemaah yang juga keseharian berprofesi sebagai pendakwah itu mengatakan pasukan Islam yang dipimpin Rasulullah SAW bersama pasukan tim pemanah di Jabal Rohmah hampir menghancurkan pasukan tentara Kafir Quraisy dalam perang Uhud. 

"Waktu itu kafir Quraisy lunggang langgang oleh pasukan pemanah Rasulullah. Walaupun kemudian terjadi pembangkangan terhadap Rasulullah. Padahal beliau menyampaikan kepada umat untuk tidak turun. Ketika mereka tergoda dengan mundurnya pasukan kafir Quraisy, dan akhirnya terjadi serangan balik dari kafir Quraisy. Waktu itu, kaum muslimin mengalami kekalahan," ucapnya. 

Bahkan, paman Rasulullah SAW Hamzah bin Abdul Muthalib mati syahid karena dipanah tentara Quraisy dan kemudian dadanya dibelah oleh perempuan yang sangat benci dengan Abdul Muthalib. Kemudian jantungnya dimakan oleh Hindun seorang perempuan yang sangat benci kepada Rasulullah dan Hamzah.

"Pelajaran penting yang bisa diambil bahwa perjuangan Rasulullah SAW sangat luar biasa. Alhamdulillah, umat Islam bisa memenangkan syiar islam," katanya.

Jemaah haji Indonesia mulai datang usai sholat Subuh. Jemaah akan kembali ke penginapan sebelum salat Dzhuhur karena ada sebagian yang melaksanakan shalat Arbain. 


Editor: Muhammad Zunus
logo