Arina.id ~ Salah satu tempat yang menjadi magnet bagi jemaah di Masjidil Haram adalah Hajar Aswad. Hajar Aswad adalah batu dari surga yang semula berwarna putih salju, namun karena ulah dan dosa manusia, akhirnya batu itu berubah menjadi hitam.
Batu ini berada di salah satu sudut Ka’bah dan menjadi rebutan para jemaah yang ingin menciumnya. Dan inilah yang dijadikan modus orang yang tidak bertanggung jawab dengan pura-pura menawarkan bantuan agar dapat mencium batu mulia ini. Namun sebenarnya ini hanyalah modus untuk memeras jemaah.
Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag, Arsad Hidayat mengungkapkan bahwa modus para joki Hajar Aswad ini biasanya mencari target yang terlihat memiliki banyak uang. Jika target sudah ditemukan, mereka akan menawarkan diri kepada jemaah untuk mencium Hajar Aswad.
Setelah itu sang joki, yang melakukan modusnya tidak sendiri alias akan menghubungi beberapa rekan mereka untuk membukakan jalan menuju hajar aswad. Bisanya, sindikat mereka terdiri dari 3-4 orang.
"Dia (joki) biasanya tanpa bilang biayanya," kata Arsad saat Bimtek PPIH Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Setelah bisa mencium Hajar Aswad, jemaah tersebut akan diajak menepi. Di situlah para joki itu memeras jemaah. Tidak tanggung-tanggung komplotan ini memeras jemaah mulai dari 500 riyal sampai bisa menguras seluruh uang jemaah.
Ia menyebut ada korban yang akhirnya memberikan semua uangnya di dompet sekitar 1.500 riyal atau sekitar Rp6 juta. Oleh karena itu, ia mengingatkan para jemaah tidak tergiur dengan tawaran-tawaran bisa mencium Hajar Aswad yang bukan merupakan kewajiban dalam ibadah haji ini.
Editor: Muhammad Faizin
