Kemenag Buka Program Non-Degree 2026, Ada Uang Saku dan Akomodasi

Kemenag Buka Program Non-Degree 2026, Ada Uang Saku dan Akomodasi

Jakarta, Arina.id—Kementerian Agama membuka pendaftaran Program Non-Degree 2026 bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kapasitas dan kompetensi di bidang pendidikan serta keagamaan. 

Peserta program tidak dipungut biaya dan akan mendapatkan uang saku, penggantian biaya transportasi, serta fasilitas akomodasi dan konsumsi selama kegiatan.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori mengatakan, program non-degree merupakan layanan Kemenag di luar pendidikan bergelar seperti S1, S2, dan S3.

“Ini layanan dari Kementerian Agama bagi mereka-mereka yang di luar yang degree, yang S1, S2, S3. Makanya dalam konteks LPDP Kemenag dikenal dengan istilah program non-degree,” kata Ruchman di Jakarta Senin (5/10/2026).

Pada 2026, Kemenag menyediakan lima program, yakni Pelatihan Moderasi Beragama, Pelatihan Ekoteologi pada Lembaga Pendidikan Keagamaan, Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Nazir Wakaf, Sertifikasi Amil Zakat, serta Bantuan Penyelesaian Pendidikan bagi mahasiswa S2 dan S3.

Ruchman mengatakan program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama.

Pelatihan ekoteologi, misalnya, diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai isu lingkungan di lembaga pendidikan keagamaan. Sementara pelatihan dan sertifikasi nazir wakaf serta amil zakat ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan tata kelola pengelolaan wakaf dan zakat.

Untuk program nazir wakaf, Kemenag berkolaborasi dengan Badan Wakaf. Ruchman mengatakan kerja sama tersebut dilakukan untuk memperluas akses sertifikasi kompetensi bagi nazir.

“Kalau memang Badan Wakaf yang bekerja sama dengan kita untuk nazir itu mengalami keterbatasan, Kementerian Agama hadir untuk berkolaborasi dengan Badan Wakaf untuk melakukan sertifikasi,” ujarnya.

Selain pelatihan dan sertifikasi, Kemenag menyediakan Bantuan Penyelesaian Pendidikan bagi mahasiswa S2 dan S3. Program ini, kata Ruchman, antara lain ditujukan bagi dosen dan guru yang masih menempuh pendidikan.

Menurut dia, berdasarkan data internal Kemenag, masih terdapat dosen dan guru yang menjalani pendidikan S2 dan S3 dalam waktu lama. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan biaya.

“Dengan bantuan ini cepat rampung. Walaupun jumlahnya enggak banyak tapi memicu orang untuk selesai,” kata Ruchman.

Ruchman memastikan seluruh pelaksanaan pelatihan dalam Program Non-Degree 2026 tidak dipungut biaya. Peserta juga memperoleh uang saku atau uang lelah selama mengikuti kegiatan.

“Gratis. Nanti ada yang tiga hari, ada yang lima hari, ada yang tujuh hari. Semuanya diberikan uang saku atau uang lelah dari program ini,” ujarnya.

Selain uang saku, Kemenag mengganti biaya transportasi peserta. Adapun akomodasi dan konsumsi selama pelatihan menjadi tanggung jawab panitia.

“Biaya transport diganti oleh Kementerian Agama dan juga selama kegiatan akomodasi, konsumsi itu juga menjadi tanggung jawab panitia. Jadi mereka tinggal menguatkan tekad, kemudian mengikuti pelatihan dengan serius sehingga tidak ada biaya sedikit pun yang dikeluarkan,” kata Ruchman.

Seluruh pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan durasi berbeda-beda, mulai tiga hingga tujuh hari, sesuai jenis program dan materi yang diberikan.

Pendaftaran Program Non-Degree 2026 diawali dengan sosialisasi pada 1–5 Oktober 2026. Pendaftaran dibuka pada 5–12 Oktober, dilanjutkan seleksi pada 13–15 Oktober dan pengumuman pada 21 Oktober 2026.

Peserta hanya dapat memilih dan mendaftar satu program. Pendaftaran dilakukan melalui laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id.


Editor: Suci
logo