Tak Semua Pedagang Panen Omzet Meskipun Tanah Abang Diserbu Pembeli

Tak Semua Pedagang Panen Omzet Meskipun Tanah Abang Diserbu Pembeli

Jakarta, Arina.id-Di tengah kemudahan belanja daring, pasar fisik seperti Tanah Abang tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin memilih barang secara langsung di toko.

Berdasarkan pantauan Arina.id pada Selasa (17/3) sore, pembeli tampak memadati sejumlah kios busana muslim di Blok B. Beragam produk seperti gamis, tunik, hingga baju koko menjadi incaran jelang Lebaran.

Marlina (35), pegawai salah satu toko busana muslim di gedung Blok B Tanah Abang mengaku, omset penjualannya selama Ramadan ini mengalami peningkatan hingga 70 persen dibanding periode sama tahun lalu.

"Alhamdulilah, kenaikan penjualan busana muslim naik sekitar 70 persen dibandingkan tahun lalu. Pembeli sudah mulai ramai berdatangan sejak awal hingga memasuki pekan ketiga Ramadan ini," ujar Marlina.

Ia mengungkapkan, mayoritas pembeli mencari berbaagai busana seperti gamis, tunik, dan koko atau sadariah.

"Busana muslim yang sedang tren dan ramai diburu pembeli gamis binor dan tunik," ungkapnya. 

Ia menuturkan, warga yang datang berbelanja di tokonya sekitar 30 hingga 50 orang setiap hari. 

"Mudah mudahan hingga beberapa hari ke depan sebelum cuti bersama, warga semakin bertambah ramai," harapnya.

Resti (26), warga Bekasi, Jawa Barat, mengaku berburu pakaian muslim di Pasar Tanah Abang karena harganya cukup murah dan banyak variasi.

"Saya berbelanja pakaian muslim dan hijab serta baju koko untuk untuk oleh-oleh keluarga di Solo," pungkasnya.

Namun, tidak semua pedagang merasakan lonjakan yang sama. Sofi (45) mengaku omzet tokonya justru menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sekarang toko agak sepi. Tidak seperti dulu, hampir semua toko mengalami penurunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain persaingan dengan belanja online, perilaku pembeli yang menawar harga terlalu rendah juga turut memengaruhi pendapatan.

"Kita sudah kasih harga obral, untungnya tipis, tapi masih ditawar lagi. Jadi omzet tetap turun, meski pasar terlihat ramai, terutama saat akhir pekan,” keluhnya.

Hal yang sama juga dialami Kepala Toko Sasco, Nur (37), terlihat lesu karena tokonya sepi pembeli meski banyak warga yang mendatangi Pasar Tanah Abang sebab masyarakat lebih selektif memilih harga murah.

"Kalau pendapatan omzet turun tahun ini, tapi kalau ramainya, ramai tahun ini," kata Dia.


Editor: Suci
logo