Gonjang-ganjing di Tubuh PBNU, Gus Mus: Santai Saja! NU itu milik Gusti Allah

Gonjang-ganjing di Tubuh PBNU, Gus Mus: Santai Saja! NU itu milik Gusti Allah

Rembang, Arina.id- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla menceritakan pengalaman paginya saat mendampingi KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) jalan-jalan sehat di Alun-alun Rembang. 

Melalui kesaksian tersebut, Gus Ulil yang merupakan menantu dari Gus Mus, menggambarkan bagaimana sikap santai dan bijak Gus Mus dalam menjalani hidup, termasuk ketika menanggapi kegaduhan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terjadi dalam empat hari terakhir.

Gus Ulil menuturkan cerita pertemuan Mustasyar PBNU itu dengan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), datang sowan ke rumah Gus Mus di Leteh, Rembang. Kedatangannya untuk menyampaikan kegelisahan mengenai ontran-ontran yang sedang terjadi dalam tubuh PBNU.

Menurut penuturan Gus Mus kepada Gus Ulil, Gus Kikin tampak cemas dan khawatir. Namun Gus Mus justru menanggapinya dengan tenang.

"Sampeyan kan sudah lama di NU. Masak ndak tahu? Di NU ribut-ribut itu biasa. Namanya orang banyak, kepentingannya juga banyak," kata kiai kelahiran 10 Agustus 1944 itu seperti dikisahkan Gus Ulil lewat postingan facebooknya dilihat Arina.id, Senin (24/11/2025).

Ia bahkan menenangkan Gus Kikin dengan kalimat yang dianggap Gus Ulil sangat menggambarkan cara pandang Gus Mus.

"Sampeyan ndak usah cemas. Santai saja. NU itu milik Gusti Allah. Sudah ada yang ngurus.”

Menurut Gus Ulil, situasi serupa pernah terjadi ketika Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melaporkan keributan internal organisasi kepada Gus Mus. Respons Gus Mus tetap santai.

"Salahmu sendiri pengen jadi Ketua NU. Wong kamu sendiri yang pengen jadi Ketua NU kok sekarang mengeluh.”

Melalui kisah yang ia tuturkan, Gus Ulil menilai kesederhanaan hidup dan sikap santai Gus Mus menjadi kunci kesehatan dan kebugaran beliau hingga usia lanjut. Tidak ada pantangan makanan khusus, tidak ada beban pikiran berlebih.

"Beliau bilang, makan apa saja boleh, asal tidak berlebihan dan tahu batas," tutur Gus Ulil.

Filosofi hidup sederhana itulah yang, menurut Gus Ulil, menjadikan Gus Mus tetap jernih, sehat, dan tenang menghadapi dinamika organisasi maupun kehidupan.

Gus Ulil menyebut, meski telah berusia lebih dari delapan puluh tahun, Gus Mus masih berjalan tegap dan kuat. Ia mengaku sempat menggoda Gus Mus di tengah perjalanan dari rumah menuju alun-alun yang berjarak sekitar satu kilometer.

"Abah ini umurnya sudah delapan puluh tahun lebih, tapi jalannya masih tegap. Sementara banyak kiai yang umurnya di bawah njenengan sudah memakai kursi roda,” ujar Gus Ulil.

Gus Mus menanggapi candaan tersebut dengan seloroh khasnya.

'Soalnya beliau-beliau itu terlalu serius jadi kiai," kata Gus Mus, seperti ditirukan Gus Ulil.


Editor: Muhammad Zunus
logo