Riyadh, Arina.id — Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Riyadh, Arab Saudi, untuk bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada Rabu. Kunjungan mendadak yang disebut sebagai bentuk solidaritas tersebut dilakukan setelah kelompok Houthi melancarkan serangan terhadap Arab Saudi selama beberapa pekan.
Macron menjadi pemimpin negara Barat pertama yang mengunjungi Arab Saudi sejak kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, meningkatkan serangan mereka pada bulan ini.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari lawatan Macron ke negara-negara Teluk untuk mengamankan pasokan solar dan bensin. Macron berupaya menurunkan harga energi setelah kenaikan biaya hidup memicu demonstrasi besar di Prancis dan menimbulkan krisis politik bagi pemerintahannya.
Dalam pernyataannya, kantor Macron menyebut presiden Prancis itu bertolak ke Arab Saudi pada Rabu sore untuk bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Kunjungan tersebut bertujuan menunjukkan solidaritas Prancis kepada Arab Saudi dalam menghadapi serangan Houthi terhadap wilayah kerajaan itu. Selain itu, lawatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya untuk mengamankan dan mendiversifikasi pasokan hidrokarbon.
Dalam beberapa pekan terakhir, serangan Houthi terhadap Arab Saudi dilaporkan meningkat hingga mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Situasi tersebut memaksa Bandara Riyadh menghentikan operasionalnya dan menyebabkan penundaan sebuah konferensi investasi besar.
Upaya kelompok Houthi untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi juga menghambat ekspor minyak dari negara tersebut.
Editor: Kendi Setiawan
