Mengenal Mendiang Meriyati Hoegeng yang Wafat di Usia 100 Tahun, Istri Almarhum Jenderal Hoegeng

Mengenal Mendiang Meriyati Hoegeng yang Wafat di Usia 100 Tahun, Istri Almarhum Jenderal Hoegeng

Arina.id - Kabar duka datang dari keluarga almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso (Jenderal Hoegeng), mantan Kapolri yang nemanya harum sebagai pejabat bersih dan lurus. Nama Jenderal Hoegeng bahkan menjadi simbol polisi jujur.

Kemudian kabar duka ini datang Selasa siang kemarin, 2 Februari 2026, ketika Meriyati Roeslani Hoegeng atau akrab disapa Eyang Meri, istri dari mendiang Jenderal Hoegeng wafat pada usia 100 tahun.

Kabar tersebut dikonfirmasi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komisaris Jenderal Polisi Chryshnanda Dwilaksana. "Iya benar," katanya di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan Meri meninggal dunia pada pukul 13.24 WIB karena sakit. Jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Mekarjaya, Depok, Jawa Barat. "Semoga almarhumah kembali dalam keadaan khusnul khotimah, diampuni segala khilaf dan salahnya, diterima semua amal ibadahnya," ucapnya.

Dikutip dari Antara, Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengatakan almarhumah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Giri Tama di Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, Rabu hari ini 4 Februari 2026. "(Pemakaman) setelah zuhur," katanya.

Meri Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda. Meri merupakan anak dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Meri menikah dengan Jenderal Hoegeng pada 1946 dan dikaruniai tiga orang anak.

Ibu Meriyati Hoegeng selama ini dikenal sebagai istri setia. Dalam kesehariannya, sosoknya juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, memiliki keteguhan prinsip, dan integritas, sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang teguh sang suami.

Kisah pertemuannya dengan Hoegeng Iman Santoso bermula dari dunia seni. Keduanya dipertemukan dalam pementasan sandiwara radio “Saijah dan Adinda” adaptasi dari novel ”Max Havelaar” karya Multatuli.

Dalam pementasan tersebut, Hoegeng memerankan tokoh Saijah, sementara Meriyati berperan sebagai Adinda. Kedekatan yang terjalin selama proses latihan berkembang menjadi hubungan personal yang lebih dalam. 

Dari ruang siaran radio itulah benih cinta tumbuh, hingga akhirnya keduanya menikah pada 31 Oktober 1946 dan dikarunia tiga orang anak yakni Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng dan Sri Pamujining Rahayu.


Editor: Muhammad Taufiq
logo