Trump Tekan Zelensky Akhiri Konflik dengan Rusia Secepatnya: Atau Mau Terus Perang

Trump Tekan Zelensky Akhiri Konflik dengan Rusia Secepatnya: Atau Mau Terus Perang

Arina.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Ukraina agar menerima kesepakatan mengakhiri perang Rusia. Ia memberikan opsi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bisa memilih mengakhiri konflik dengan Rusia secepatnya.

Hal itu disampaikannya kepada Zelenskyy sehari sebelum berkunjung ke Gedung Putih. Trump memperingatkan permintaan pengembalian Krimea dari Rusia dan permintaan keanggotaan Ukraina di NATO tidak akan dibahas dalam penyelesaian konflik yang akan dinegosiasikan.

"Presiden Zelenskyy dari Ukraina dapat mengakhiri perang dengan Rusia hampir segera, jika mau, atau ia bisa terus berjuang," demikian Trump menulis pernyataannya lewat Platform Truth Social-nya, Minggu 17 Agustus 2025.

"Ingat bagaimana (Perang) itu dimulai. Obama tidak mendapatkan kembali dari Krimea (12 tahun yang lalu, tanpa tembakan!), dan pada akhirnya Ukraina tidak masuk NATO. Beberapa hal tidak pernah berubah!!!"

Dikutip dari Al-Jazeera, Komentar Trump datang saat para pemimpin Eropa menemani Zelenskyy dalam kunjungannya ke Washington, Senin 18 Agustus 2025 di tengah kekhawatiran pihak Brussels dan Kiev bahwa presiden AS akan menandatangani kesepakatan yang justru akan menguntungkan Presiden Rusia.

Berbicara tak lama setelah komentar Trump pada hari Minggu, Zelenskyy mengatakan bahwa konsesi sebelumnya kepada Moskow, termasuk di Krimea, hanya akan mendorong Putin untuk memicu peperangan lebih lanjut.

"Kita semua berbagi keinginan kuat untuk mengakhiri perang ini dengan cepat dan berkelanjutan. Dan perdamaian harus abadi," kata Zelenskyy dalam sebuah pos di Platform X.

"Tidak seperti beberapa tahun lalu, ketika Ukraina dipaksa untuk menyerahkan Krimea dan bagian wilayah Timur kita - bagian dari Donbas - Putin justru menggunakannya sebagai batu loncatan untuk serangan baru. Atau ketika Ukraina diberikan sebuah 'jaminan keamanan' pada tahun 1994, tapi itu tidak berhasil."

Zelenskyy menambahkan bahwa Crimea "Seharusnya tidak diserahkan, sama seperti Ukraina tidak menyerahkan Kiev, Odessa, atau Kharkiv setelah 2022. Rakyat Ukraina berjuang untuk tanah mereka, kemerdekaan mereka," katanya.

Dalam negosiasi mempertahankan dukungan bagi Ukraina, para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Presiden Perancis Emmanuel Macron, ikut hadir menekan Trump di Gedung Putih.

Macron mengatakan para pemimpin Eropa dan Zelenskyy akan membentuk aliansi dalam satu front gerakan dalam menghadapi agresi Rusia. "Jika kita menunjukkan kelemahan hari ini di depan Rusia, kita meletakkan tanah untuk konflik di masa depan," Macron mengatakan.

Meskipun Trump mengabaikan kemungkinan Ukraine bergabung dengan NATO, utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan sebelumnya bahwa Putin telah setuju untuk mendukung jaminan keamanan yang menyerupai mandat pertahanan kolektif aliansi 32 anggota selama pertemuan dengan presiden AS di Alaska.

"Kami berhasil memenangkan konsesi berikut: bahwa Amerika Serikat bisa menawarkan perlindungan seperti Pasal 5, yang merupakan salah satu alasan sebenarnya mengapa Ukraina ingin berada di NATO," Witkoff mengatakan kepada CNN.

Namun, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio berusaha meredakan harapan Ukraina dan Eropa dengan mengatakan bahwa perjanjian untuk mengakhiri perang masih jauh. "Kita tidak berada di tebing perjanjian damai," Rubio berkata pada ABC News.

"Kami membuat kemajuan dalam arti bahwa kami mengidentifikasi bidang potensial kesepakatan, namun masih ada beberapa bidang besar perselisihan."

Trump bakal pertemukan Rusia dan Ukaina

Donald Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan trilateral dengan mitra Rusia dan Ukraina secepatnya pada 22 Agustus 2025. Hal itu disebut-sebut sebagai tindak lanjut pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska

Trump, seperti dilaporkan Anadolu, mengatakan kepada para pemimpin Eropa melalui telepon bahwa dia akan mengatur pertemuan dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksyy.

Sebelumnya Trump telah bertemu Zelensky pada Senin lalu di Gedung Putih dan sekaligus mengundang para pemimpin Eropa untuk menghadiri pertemuan tersebut. Namun, Putin belum memberi jawaban terkait usulan pertemuan trilateral tersebut.

Trump dan Putin mengadakan pertemuan puncak penting di Anchorage, Alaska, pada Jumat, menandai pertemuan tatap muka pertama antara kedua pemimpin sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022. Ini juga merupakan kunjungan pertama Putin ke AS untuk berunding dengan seorang presiden AS sejak 2007.

Putin mengatakan dalam konferensi pers setelah pertemuan puncak bahwa ia dan Trump telah mencapai kesepahaman. Trump, di sisi lain, mengatakan mereka telah mencapai beberapa kemajuan tetapi mengakui belum ada kesepakatan mengakhiri perang dengan Ukraina.


Editor: Muhammad Taufiq
logo