Bandarlampung, Arina.id
Saat berbicara pada Silaturahmi Alim Ulama dan Penguatan Dai Wasathiyah Provinsi Lampung dengan tema “Bersama Ulama, Lampung Damai” di Ballroom Hotel Novotel, Sabtu (10/8/2024), Kapolda Lampung Helmy Santika menyampaikan kisah inspiratif tentang seekor kerbau yang mati gara-gara gosip.
Kisah tersebut berawal saat kerbau pulang dari sawah dan ingin rebahan di kandang dengan wajah yang lelah dan nafas yang berat. Saat mau rebahan, datanglah seekor anjing yang merupakan temannya.
“Ah…, temanku, aku sangat lelah, kalau boleh besok aku mau istirahat sehari aja,” kata kerbau kepada anjing.
Mengetahui kerbau akan istirahat, anjing pun pergi dan di tengah jalan bertemu dengan kucing. Kemudian anjing berkata kepada kucing: “Tadi saya ketemu kerbau, katanya dia besok mau istirahat dulu. Sudah sepantasnya sebab bos kasih kerjaan terlalu berat,” katanya.
Berita ini kemudian disampaikan kucing kepada kambing: “Kerbau komplain, bos kasih kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia nggak mau kerja lagi," kata kucing.
Pesan itupun berlanjut dari kambing ke ayam. Kambing mengatakan kepada ayam: “Kerbau nggak senang kerja dengan bos lagi, mungkin dia sudah ada kerjaan yang lebih baik," katanya.
Mendengar berita itu, ayam pun menyampaikannya kepada monyet saat bertemu di suatu tempat. “Kerbau nggak akan kerja lagi untuk bos dan mau kerja di tempat lain," katanya.
Tidak berhenti sampai di situ, monyet akhirnya menyampaikan informasi itu kepada si bos: “Bos, si kerbau akhir-akhir ini sudah berubah sifatnya dan mau tinggalin bos untuk kerja di bos yang lain," katanya kepada boss.
Mendengar ucapan monyet, si bos pun marah besar dan tanpa konfirmasi lagi, dia langsung menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.
Kisah ini menurut Kapolda menggambarkan bagaimana bahaya informasi yang tidak disaring dengan baik melalui mekanisme tabayun. Terlebih di era digital saat ini, banyak sekali informasi yang berseliweran dan harus benar-benar dipastikan kebenarannya.
Dari kalimat awal “aku sangat lelah, kalau boleh besok aku mau istirahat sehari aja” bisa berubah dan memberi persepsi lain pada orang-orang yang mendengarnya. Saat sampai kepada bosnya, kalimat tersebut menjadi sebuat kemarahan karena yang ia dengar adalah: “Si kerbau akhir-akhir ini sudah berubah sifatnya dan mau tinggalin bos untuk kerja di bos yang lain.”
“Saring sebelum sharing,” katanya pada diskusi panel yang dipandu oleh Prof. Sudarman dan pemateri lain yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung H Puji Raharjo.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung yang dihadiri oleh Keynote Speaker Prof M. Asrorun Ni’am Sholeh, (Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa), Pj Gubernur Lampung, Samsudin, Ketum MUI Lampung Prof KH Moh Mukri, Kapolda Lampung Helmy Santika, jajaran Forkopimda Lampung, ketua ormas, pimpinan perguruan tinggi, dan ketua serta sekretaris MUI dari 15 kabupaten/kota di Lampung.
Editor: Muhammad Faizin
