Hasil Pilkada Jateng 2024: Luthfi-Taj Yasin Unggul Hingga 59 Persen

Hasil Pilkada Jateng 2024: Luthfi-Taj Yasin Unggul Hingga 59 Persen

Arina.id -- Hasil akhir quick count Pilkada Jawa Tengah 2024 yang dilakukan lembaga Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC) menunjukkan kemenangan pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin, hingga mencapai 59,16 persen.

Selisih angka tersebut terpaut cukup jauh jika dibandingkan pasangan rival, Andika M Perkasa-Hendrar Prihadi, yang hanya memperoleh 40,84 persen suara. Dengan tingkat kercayaan 95 persen, maka pergerakan suara Luthfi-Taj Yasin diperkirakan dalam rentang 58,47 persen hingga 59,84 persen.

"Hitung cepat dilakukan di 1.000 tempat pemungutan suara (TPS) dengan sampel 339.633 suara sah," terang M. Ezha Fachriza selaku peneliti dari SMRC selepas menerima data masuk 100 persen dari quick count, dikutip dari Antaranews.

Jika mengacu hasil akhir quick count Pilgub Jateng 2024 versi SMRC, suara pasangan Luthfi -Taj Yasin sangat sulit untuk disusul Andika-Hendi.

Namun demikian Ezha Fachriza juga menegaskan bahwa hasil proses hitung cepat bukanlah hasil resmi pemilu. Masyarakat tetap perlu mengawal rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan umum (KPU), hingga diumumkannya hasil resmi. 

"Kita menunggu hasil akhir rekapitulasi suara yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)," tutup Ezha Fachriza.

Terkait hasil Pilkada Jateng 2024. Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam mengungkapkan bahwa kekalahan pasangan yang diisung PDIP, Andika-Hendi, bisa terjadi karena beberapa faktor.

Termasuk di antaranya dukungan nyata kepada Luthfi-Taj Yasin yang dilakukan mantan presiden Joko Widodo, ditambah presiden saat ini Prabowo Subianto. Pasangan Luthfi-Taj Yasin juga mendapat sokongan koalisi besar KIM (Koalisi Indonesia Maju-Plus).

"Besarnya dominasi mesin politik koalisi pengusung Luthfi-Taj Yasin sebesar kurang lebih 75 persen, yang didukung oleh political endorsement Jokowi dan Prabowo. Dukungan itu memberikan pesan politik kuat bagi simpul-simpul kekuatan politik, termasuk para donor logistik untuk all out memenangkan Luthfi-Taj Yasin," terang Khoirul Umam selaku Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (IndoStrategic).

Selain dari dukungan besar tersebut, kekalahan PDIP di Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai ‘kandang banteng’, diyakini juga karena karakter pemilih kelompok santri yang direpresentasikan oleh kubu Luthfi-Taj Yasin.

"Karakter pemilih Jawa Tengah yang mana wilayah pantura (pantai utara Jawa) didominasi oleh masyarakat santri, yang lebih mendukung representasi kandidat nasionalis-santri yang tercermin di Luthfi-Yasin. Jaringan Nahdlatul Ulama sangat all out mendukung pasangan ini," kata Umam.


Editor: A. Sentosa
logo