Haul Gus Dur di Pekalongan, Berbagai Komunitas Diajak Bersinergi Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

Haul Gus Dur di Pekalongan, Berbagai Komunitas Diajak Bersinergi Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

Pekalongan, Arina.id -- Komunitas GUSDURian Pekalongan gelar diskusi krisis iklim dalam rangka Haul Ke-15 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pendopo Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa tengah pada Minggu (26/1/2025).

Turut hadir dalam acara ini tokoh agama Islam Gus Mahmud Mansur, budayawan Kota Pekalongan Ribut Achwandi.

Peringatan haul Gus Dur kali ini mengangkat tema Agama untuk Kemanusiaan dan Krisis Iklim sebagaimana yang digagas oleh GUSDURIAN Pusat.

Penggerak GUSDURian Pekalongan Fajri Muarrikh mengatakan, pemilihan tema ini berangkat dari keresahan masyarakat mengenai maraknya bencana alam yang akhir-akhir ini melanda Indonesia.

“Tema ini diangkat karena keresahan bersama dan juga pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga alam, karena sudah banyak bencana alam yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.

Narasumber Kholifah menyatakan, krisis iklim disebabkan oleh beberapa hal di antaranya pemanasan global, penumpukan sampah, emisi gas, serta pengelolaan sumber air tanah yang kurang bijak.

“Saya katakan krisis iklim sama dengan perubahan iklim, penyebabnya ada pemanasan global, kemudian juga permasalahan sampah, banyak masyarakat yang belum paham mengenai konsep bank sampah, kemudian emisi gas di atmosfer bumi, dan juga pemanfaatan sumber air yang kurang bijak. Semua itu memberikan dampak ke masyarakat, mulai dari pertanian yang rusak, hingga muncul berbagai penyakit,” jelasnya. 

Lebih lanjut Kholifah juga menyinggung dampak pengambilan air tanah di Kota Pekalongan yang menyebabkan penurunan muka tanah hingga 10 cm per tahun.

Perwakilan peserta, Fajar, turut menanggapi diskusi ini, Fajar berbagi pengalamannya mengelola maggot yang menjadi solusi cepat mengurai sampah organik sekaligus berdaya jual sebagai pakan ternak.

Fajri berharap, diskusi ini dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat untuk menjaga lingkungan

"Harapan dari acara haul ini, bertambahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, dan juga komitmen bersama serta aksi nyata untuk merawat lingkungan, khususnya di Pekalongan," pungkasnya.

Diskusi juga narasumber dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kota Pekalongan Faisal Latif, narasumber dari Kolaborasi Aksi Gerakan Muda (Kobar) Pekalongan Bayu, serta perwakilan komunitas lain meliputi Pimpinan Daerah Angkatan Muda Rifa'iyah Pekalongan, Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Pekalongan.

Selain itu hadir juga Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Pekalongan, Gerakan Peduli Anak Difabel (GPAD) Pekalongan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Gus Dur Pekalongan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS NU Pekalongan, dan TPQ Assakinah Teman Tuli Kota Pekalongan.


Editor: Kendi Setiawan
logo