Daftar 9 Negara Mitra Baru BRICS: Indonesia dan Malaysia

Daftar 9 Negara Mitra Baru BRICS: Indonesia dan Malaysia

Arina.id. Indonesia dan Malaysia masuk dalam daftar negara yang menjadi mitra baru organisasi BRICS. Negara lain yang ikut gabung berasal dari Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menjelaskan 9 daftar negara akhirnya direstui menjadi mitra baru BRICS. 

Yang cukup menarik, salah satunya adalah Indonesia. Negara Asia Tenggara lain yang turut menjadi mitra baru BRICS adalah Malaysia dan Thailand. 

Kemudian disusul negara-negara yang berasal dari berbagai benua di dunia. Di antaranya adalah Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Uzbekistan, hingga Uganda. 

"Daftar negara mitra BRICS yang akhirnya disetujui, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Uzbekistan dan Uganda," ucap Mao Ning, Selasa, 24 Desember 2024, seperti dikutip Antaranews. 

Menurut penjelasan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China itu, para pemimpin negara BRICS katanya sudah sepakat pada saat gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BRICS, bulan Oktober 2024 di Kazan, Rusia.

Mereka setuju adanya negara mitra hingga dianggap menjadi landasan proses pengembangan BRICS usai dilakukan penatapan anggota yang semakin luas. 

"Setelah KTT tersebut, China secara aktif bekerja sama dengan Rusia, negara ketua BRICS tahun ini agar dapat menerapkan mekanisme tersebut dengan negara BRICS lainnya," sambung Mao Ning.

"Selain itu agar dapat memperluas kerja sama praktis di berbagai bidang, memajukan pengembangan kerja sama BRICS yang lebih besar dan berkualitas tinggi sekaligus mempromosikan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," jelasnya.

Sejarah Singkat BRICS dan Negara Pendiri

Menurut laman Britannica, awalnya BRIC merupakan akronim Brasil, Rusia, India, dan Cina. Istilah ini pertama kali digunakan seorang ekonom Goldman Sachs, Jim O'Neill. 

Ia menilai menggambarkan empat negara itu diprediksi dapat mendominasi perekonomian global pada tahun 2050 apabila angka pertumbuhannya bisa dipertahankan.

Perwakilan BRIC mulai bertemu secara informal pada saat sela-sela acara Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2006.

KTT pertama berlangsung tahun 2009. Negara-negara BRIC berkomitmen terhadap tatanan dunia multipolar dan nonintervensionisme global. Mereka juga meminta adanya mata uang cadangan global yang baru alias alternatif selain Dolar AS. 

Afrika Selatan kemudian bergabung pada tahun 2011. BRIC berubah nama menjadi BRICS. Lantas, fokus BRICS berubah dari ekonomi tertentu ke organisasi inklusif yang mencakup para pemimpin regional negara sedang berkembang.

Berdasarkan keterangan via laman Info BRICS, BRICS terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Negara-negara BRICS diklaim sebagai anggota organisasi dan lembaga internasional terkemuka yang berpengaruh, termasuk di PBB, G20, Gerakan Non-Blok, dan Kelompok 77. 

Federasi Rusia merupakan anggota Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, dan Uni Ekonomi Eurasia. 

Rusia dan Cina termasuk anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai dan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik. Belum lagi Brasil yang berstatus anggota Persatuan Negara-Negara Amerika Selatan, MERCOSUR dan Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia. 

Republik Afrika Selatan berpredikat anggota Uni Afrika dan Komunitas Pembangunan Afrika Selatan. India ialah anggota Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan.

BRICS juga mengklaim Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, dan Ethiopia hadir sebagai anggota baru pada KTT di Afrika Selatan.


Editor: Abdul Fatah
logo