Pasukan Israel Kembali Lancarkan Serangan Darat ke Gaza

Pasukan Israel Kembali Lancarkan Serangan Darat ke Gaza

Arina.id -- Pasukan Israel kembali melancarkan serangan darat ke wilayah Jalur Gaza, Palestina, pada Kamis (20/3/2025) waktu setempat. Serangan tertuju di wilayah utara dan selatan Gaza.

"Dalam beberapa jam terakhir, pasukan kami telah memulai operasi darat di lingkungan Shaboura di Rafah, menghancurkan beberapa target infrastruktur,"  jelas pernyataan militer Israel, dikutip dari Antaranews.

"Tentara telah memperluas kegiatan militer di Jalur Gaza selatan, sambil melanjutkan operasi di bagian utara dan tengah jalur tersebut," imbuh keterangan militer Israel.

Pada Rabu (19/3/2025) lalu militer Israel menyatakan bakal melakukan operasi serangan darat ke wilayah Gaza tengah dan selatan guna memperluas zona penyangga. 

Hari Kamis (20/3/2025) tentara Zionis mulai memberlakukan larangan terhadap warga Palestina untuk berpergian melewati Jalan Salah al-Din, yakni rute yang ditetapkan untuk jalur aman antara Gaza utara dan selatan.

Dikutip dari BBC, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Bersama Menteri Pertahanan Katz memerintahkan serangan ke Gaza pada Selasa (18/3/2025) pagi waktu setempat.

"[Serangan] ini menyusul penolakan berulang kali Hamas untuk membebaskan sandera kami, serta penolakannya terhadap semua proposal yang diterimanya dari Utusan Presiden AS Steve Witkoff dan dari para mediator," jelas pernyataan Kantor Perdana Menteri Israel.

"Israel, mulai sekarang, akan bertindak melawan Hamas dengan kekuatan militer yang semakin meningkat," imbuhnya.

Update terbaru, pihak Israel mengklaim bahwa mereka sudah menewaskan Rashid Jahjuh, seorang kepala pasukan keamanan umum Hamas. Pejabat Hamas tersebut menjadi salah satu korban dari serangan udara.

Di sisi lain, pihak Hamas merespons serangan terbaru militer Israel ke Gaza sebagai sebuah manuver PM Netanyahu melakukan sabotase kesepakatan gencatan senjata, demi keuntungan politik dirinya.

Sampai saat ini dikabarkan sudah lebih dari 700 warga Gaza meninggal, dan lebih 900 lainnya cedera. Menyusul serangan udara skala besar yang dilancarkan militer Israel, sejak Selasa (18/3/2025).

Secara total, hamper 50 ribu warga Palestina tewas dan lebih 112 ribu cedera, akibat operasi militer Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023.


Editor: A. Sentosa
logo