Menggali Makna Moderasi Beragama di Bulan Ramadan

Menggali Makna Moderasi Beragama di Bulan Ramadan

Jakarta, Arina.id – Bulan Ramadan yang diyakini umat Islam sebagai bulan yang penuh dengan berkah dan rahmat juga menjadi kesempatan untuk memperbaharui diri dengan memperkuat iman dan membangun keharmonisan dalam beragama.

Moch Muhaemin dari BMBPSDM Kementerian Agama mengatakan bulan Ramadan adalah bulan yang menyenangkan karena umat Islam dapat merasakan kebersamaan dengan Allah Swt dan dengan sesama manusia.

Dalam bingkai moderasi beragama, menurutnya, Ramadan mengajarkan umat Islam untuk memiliki toleransi yang tinggi terhadap perbedaan.

"Ini sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 103 yang berbunyi Wa’tashimu biḫablillahi jami‘aw wa la tafarraqu, yang artinya dan berpegang teguhlah kamu pada tali Allah dan janganlah kamu berpecah belah," jelasnya dalam tayangan Ramadhan Mengajarkan Moderasi Beragama di akun YouTube Arina Media Official.

Bulan Ramadan juga mengajarkan umt Islam untuk antikekerasan dan memperkuat keharmonisan dalam beragama. 

"Rasulullah Saw bersabda: Laysa asy-syadidu bis-sura'ati innama asy-syadidu alladhi yamliku nafsahu 'inda al-ghadabi. Artinya, orang yang kuat bukanlah orang yang mengalahkan lawannya tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah,” lanjutnya.

Ramadan mengajarkan umat Islam untuk cinta tanah air dan memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal. Ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya: Dan kami telah menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.

Terakhir, Ramadan juga adalah bulan yang menenangkan karena umat Islam dapat merasakan ketenangan dalam jiwa. Umat Islam dapat merasa dekat dengan Allah Swt dan merasa aman dari kesalahan.

"Rasulullah Saw bersabda Man saama Ramadana iimanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dhambih. Barangsiapa yang berpuasa dengan penuh iman dan juga mengharapkan pahala diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu,” ujar Moch Muhaemin.

“Marilah kita jadikan Ramadan ini sebagai kesempatan untuk berbahu memperkuat iman dan membangun keharmonisan dalam beragama,” ajaknya.


Editor: Kendi Setiawan
logo