Konflik Global Memanas, Harga Emas Diproyeksikan Menguat Pekan Ini

Konflik Global Memanas, Harga Emas Diproyeksikan Menguat Pekan Ini

Jakarta, Arina.id—Konflik global dan ketidakpastian geopolitik diperkirakan masih menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan harga emas pada perdagangan pekan ini. Kondisi tersebut membuka peluang bagi harga emas dunia untuk kembali menguat hingga menguji level US$4.533 per troy ounce.

Pengamat Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan emas akan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perkembangan geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat (AS), kebijakan bank sentral AS atau The Fed, hingga pergerakan indeks dolar dan harga minyak.

Ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan pasar. Ibrahim menyoroti konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Yaman, dan Arab Saudi.

Selain itu, perang Rusia-Ukraina masih menjadi faktor yang menambah ketidakpastian geopolitik global. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan minat investor terhadap emas yang selama ini dipandang sebagai aset safe haven.

Dinamika politik AS menjelang pemilu sela pada November 2026 juga menjadi perhatian. Ibrahim menilai perkembangan politik domestik AS serta perbedaan pandangan terkait arah kebijakan suku bunga dapat kembali memicu volatilitas di pasar.

Proyeksi Harga Emas Dunia

Ibrahim memperkirakan harga emas dunia memiliki sejumlah level penting yang perlu diperhatikan pada perdagangan pekan ini.

Apabila terjadi koreksi, harga emas diperkirakan bergerak menuju support pertama di US$4.333 per troy ounce. Jika tekanan jual berlanjut, level berikutnya berada di US$4.250 per troy ounce.

“Untuk harga emas dunia sendiri, kalau seandainya terjadi koreksi ke bawah, kemungkinan di US$4.333 per troy ounce. Kemudian apabila terkoreksi, itu menuju US$4.250 per troy ounce,” kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Minggu (20/9/2026).

Sebaliknya, jika harga kembali menguat, resistance pertama diperkirakan berada di US$4.429 per troy ounce. Setelah itu, emas berpeluang menguji level US$4.533 per troy ounce.

Dengan proyeksi tersebut, harga emas dunia diperkirakan bergerak dalam rentang US$4.250-US$4.533 per troy ounce pada pekan ini.

Mengutip data Trading Economics per Jumat (18/9/2026), harga emas spot tercatat US$4.383,45 per ons troi, naik 0,97 persen dalam sehari.

Secara bulanan, harga emas masih terkoreksi 2,97 persen. Namun, sejak awal tahun harga emas telah menguat 1,47 persen dan secara tahunan meningkat 18,96 persen.

Harga Logam Mulia Berpeluang Capai Rp2,82 Juta

Pergerakan harga emas dunia berpotensi turut memengaruhi harga logam mulia di pasar domestik. Pada Sabtu (19/9/2026), harga logam mulia tercatat Rp2.764.000 per gram.

Ibrahim memperkirakan harga logam mulia masih memiliki ruang untuk menguat. Resistance pertama berada di Rp2.784.000 per gram, sedangkan resistance berikutnya berada di Rp2.820.000 per gram.

“Kalau seandainya harga logam mulia ini mengalami penguatan, resistance pertama itu di Rp2.784.000 per gram, kemudian kalau seandainya menguat kembali, maka di level resistance kedua di Rp2.820.000 per gram,” ujar Ibrahim.

Selain harga emas dunia, pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi kembali berada di atas Rp18.000 per dolar AS.

Menurut dia, pelemahan rupiah dapat memberikan tekanan terhadap harga logam mulia domestik.

Sementara jika harga mengalami koreksi, support pertama logam mulia berada di Rp2.744.000 per gram dan support berikutnya Rp2.620.000 per gram.

Dengan demikian, harga logam mulia pada perdagangan pekan ini diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp2,62 juta hingga Rp2,82 juta per gram.


Editor: Suci
logo