Happy New Year, Happy PPN 12 Persen

Happy New Year, Happy PPN 12 Persen

Jakarta, Arina.id - Kalau Tahun Baru 1982 ditandai dengan kelahiran Galang Rambu Anarki dan BBM naik tinggi, maka Tahun Baru 2025 ini ditandai dengan PPN naik jadi 12%. Cukup tinggi. Sayang belum ada orang kreatif membikinnya jadi lagu, seperti lagu "Galang Rambu Anarki" yang ditulis oleh bapaknya sendiri: Iwan Fals.

Namun yang pasti, di platform perpesanan dan media sosial (Medsos) warganet cukup berisik mengunggah status menyinggung kenaikan PPN 12% itu. Di media sosial X misalnya, tagar @PPN 12% sempat memuncaki trending setelah dicuitkan lebih dari 75 ribu kali. Netizen ramai-ramai membahas implementasi Pajak Pertambahan Nilai yang persis diterapkan pada 1 Januari 2025 itu.

Akun @HendroHomeira misalnya. Ia me-mention akun @Gerindra sambil menulis komentar begini: "@Gerindra. Sudahlah jangan kekeh bikin susah rakyat... batalkan saja PPN 12%... harusnya diturunkan jadi 5%. *Ingat PPN adalah ciri negara terbelakang, krn merampas harta rakyat dg cara paksa."

Lalu akun @kuyangmanis menulis pendek saja namun menggelitik: "Happy New Year And PPN 12%."

Akun @iamadeadstar pun tidak ketinggalan. Ia mengunggah cuitan: "Besok ppn 12% …… semoga kita semua rejekinya dilancarkan dan hidupnya dimudahkan selalu ya aamiin (emoticon menangi) dan semangatnya gak pernah padam untuk terus bertahan hidup…"

Lalu akun @Razor_Language menulis unggahan: "Buat temen temen yg di Indonesia, besok resmi tanggal 1 Januari, ppn naik jadi 12%. Semoga kita semua bisa lebih peduli sama diri kita sendiri, tekun, giat, dan ninggalin negara yang gak peduli sama kita ini secepatnya, semoga kita semua dimudahkan rezekinya amin."

Hal serupa juga terjadi di WhatsApp. Sejumlah orang mengunggah status foto-foto sedang merayakan tahun baru, namun captionnya menyinggung kenaikan PPN 12%. "Tahun Baru, PPN baru 12%," demikian status salah satu pengguna WA semalam.

Rencana kenaikan PPN 12% memang membetot publik dalam beberapa waktu belakangan ini. Masyarakat kecil rata-rata memang belum bisa menerima rencana tersebut. Walaupun, menurut pemerintah target kenaikan hanya untuk jenis barang dan jasa kategori mewah.
 
Seperti disampaikan Presiden Prabowo Subianto semalam, 31 Desember 2024, bahwa penerapan kenaikan tarif PPN menjadi 12% secara bertahap tersebut bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat dan mendorong pemerataan ekonomi. 

"Hari ini pemerintah memutuskan kenaikan tarif PPN 11% jadi 12% hanya dikenakan terhadap barang dan jasa mewah. Saya ulangi supaya jelas, kenaikan PPN dari 11% jadi 12% hanya dikenakan terhadap barang dan jasa mewah," katanya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan Jakarta semalam.

Prabowo menjelaskan kalau kenaikan tarif PPN tersebut merupakan amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Menurut presiden, penerapan kenaikan tarif PPN secara bertahap ini bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat dan mendorong pemerataan ekonomi.

Prabowo, yang resmi dilantik menggantikan Prabowo pada 20 Oktober 2024 lalu itu pun menegaskan kenaikan tarif PPN ini dikenakan terhadap barang dan jasa mewah.

"Contoh, pesawat jet pribadi. Itu tergolong barang mewah yang dimanfaatkan atau digunakan masyarakat papan atas. Kapal pesiar, yacht, motor yacht, rumah yang sangat mewah. Artinya, untuk barang jasa selain tergolong barang mewah tidak ada kenaikan PPN. Tetap sebesar berlaku sekarang, yang sejak 2022," katanya.

Namun apapun alasan pemerintah, masyarakat di bawah menganggap kenaikan pajak tersebut bakal memengaruhi banyak hal dan bisa bikin perekonomian menjadi kian sulit. Misalnya komentar Andy, warga Sidoarjo Jawa Timur ini. Ia khawatir kenaikan PPN bakal memengaruhi cicilan rumahnya. 

Di sela bakar-bakar jagung dan ikan menjelang tutup tahun tadi malam, Andy mendengus. "Piye-piye, iki alamat tambah sulit ekonomi masyarakat. Cicilan KPR koyoke tambah larang (Sepertinya ada efeknya ke cicilan KPR jadi naik)," katanya disusul tawa sambal menyalakan kembang api. 

"Selamat Tahun Baru, Happy New Year, Happy PPN 12%," katanya berteriak.


Editor: Muhammad Taufiq
logo