Kampus Islam Diingatkan agar Adaptasi Teknologi AI dan Antisipasi Etika Akademik

Kampus Islam Diingatkan agar Adaptasi Teknologi AI dan Antisipasi Etika Akademik

Purworejo, Arina.id —  Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam  Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar menekankan pentingnya mahasiswa dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam untuk terus beradaptasi terhadap era digital yang telah mengubah tatanan sosial, budaya, dan agama.

Ia mengingatkan tentang tantangan besar yang dihadapi oleh dunia pendidikan dan agama di tengah arus digitalisasi, seperti penyebaran konten yang tidak sesuai dengan nilai agama, pergeseran nilai sosial, hingga perubahan cara beribadah.

"Generasi Z dan Alpha sebagai digital native hidup dalam masyarakat yang terhubung secara digital. Namun, hal ini juga membawa tantangan bagi agama, terutama dalam menjaga nilai spiritual di tengah pergeseran budaya dan perubahan teknologi," ungkapnya saat mengisi Stadium Generale di Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (12/10/2024).

Thobib juga menyampaikan tantangan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI), termasuk relevansi kurikulum, kesenjangan keterampilan teknologi, hingga pertanyaan etika. Namun, ia optimistis bahwa PTKI memiliki peluang besar dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

Thobib menegaskan bahwa PTKI harus menjadi episentrum peradaban dengan membentuk iklim akademik yang kuat melalui diskusi, publikasi, dan riset. "Istiqamah dalam menjaga tradisi keilmuan menjadi kunci utama," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang terampil dan berpengetahuan, serta mampu beradaptasi dengan teknologi baru, termasuk AI. "PTKI harus melahirkan generasi pendobrak dan inovator, bukan hanya pengikut. Mahasiswa harus kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan masa depan," tambahnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Thobib mendorong PTKI agar menciptakan kolaborasi antar mahasiswa lintas disiplin ilmu, memperkuat hubungan dengan dunia industri, serta membangun inkubator kreativitas dan inovasi di kampus. “Kolaborasi antar mahasiswa dan dengan dunia industri akan membuka peluang pengembangan keterampilan praktis dan inovatif,” jelasnya.

Thobib juga menyarankan PTKI untuk memperluas jejaring internasional melalui program pertukaran mahasiswa dan riset kolaboratif, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan adaptif. "Dengan menciptakan suasana yang mendorong kebebasan berpikir dan kreativitas, mahasiswa akan lebih berani mengambil risiko dalam berpikir kreatif," katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo, Ketua Yayasan An Nawawi, Rektor IAI An-Nawawi, para wakil rektor, dekan, kaprodi, dosen, serta seluruh civitas akademika IAI An-Nawawi. 


Editor: Kendi Setiawan
logo