Jakarta, Arina.id—Hampir dua juta warga Palestina di Jalur Gaza membutuhkan bantuan untuk menghadapi musim dingin. Namun, pasokan perlengkapan penampungan yang tersedia baru mencapai 17 persen dari total kebutuhan, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal dan kini bergantung pada penampungan sementara. Hujan deras, suhu dingin, dan potensi banjir diperkirakan dapat memperburuk kondisi mereka selama musim dingin.
Baker memperingatkan, keterbatasan pasokan perlengkapan penampungan akan membuat kondisi tempat tinggal sementara warga semakin memburuk. Ia menilai, tanpa tambahan bantuan yang memadai, warga Palestina akan semakin kesulitan menghadapi cuaca ekstrem.
“Tanpa solusi penampungan semacam ini yang masuk ke Gaza, kita hanya akan melihat penurunan kualitas tempat tinggal yang mereka tempati saat ini,” kata Baker dilansir Anadolu Agency, Sabtu (10/10/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa hujan dan banjir dapat memaksa warga yang mengungsi berpindah ke lokasi lain yang lebih padat. Situasi tersebut berisiko memperbesar persoalan kesehatan dan sosial di tengah masyarakat.
“Kepadatan penduduk akan meningkat, dan kemudian kita akan kembali melihat peningkatan dalam segala hal, mulai dari penyakit menular hingga, tentu saja, kurangnya kohesi komunitas,” ujarnya.
Di sisi lain, masuknya sejumlah pasokan bantuan masih menghadapi pembatasan karena dikategorikan sebagai barang penggunaan ganda (dual-use goods). Pembatasan tersebut menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan penampungan warga menjelang musim dingin.
Editor: Suci
