Jakarta, Arina.id—International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 bakal melahirkan Jakarta Understanding sebagai kesepahaman para imam masjid dari berbagai negara untuk memperkuat peran masjid dalam membangun perdamaian dan harmoni masyarakat.
Ketua Steering Committee (SC) IGIC 2026 Irjen Pol Muhammad Sabilul Alif mengatakan, Jakarta Understanding menjadi salah satu hasil utama konferensi yang digelar di Jakarta pada 25-28 September 2026.
Selain kesepahaman tersebut, IGIC 2026 akan menyusun roadmap strategi jangka panjang untuk periode 2026-2030. Peta jalan ini akan menjadi panduan untuk menindaklanjuti hasil konferensi melalui sejumlah program konkret.
“Yang akan kita hasilkan adalah Jakarta Understanding, kemudian kita akan membuat roadmap 2026 sampai 2030,” ujar Sabilul di Jakarta, Rabu.
Salah satu agenda yang akan masuk dalam roadmap tersebut adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia para imam. IGIC juga akan mendorong program pertukaran imam antarnegara sebagai bagian dari penguatan kerja sama antarkomunitas Muslim di berbagai negara.
Sabilul mengatakan, Indonesia dalam forum tersebut juga membawa pengalaman lokal dalam mengembangkan kehidupan masyarakat yang beragam. Salah satunya ditunjukkan melalui komitmen untuk tetap menggunakan istilah “masjid”, bukan padanan bahasa Inggris “mosque”, dalam forum-forum internasional.
Menurut dia, penggunaan istilah “masjid” menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia untuk memperkenalkan model kehidupan masyarakat yang beragam dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
“Ini bagian dari bagaimana kita memperkenalkan Indonesia, bagaimana masjid menjadi pusat harmoni masyarakat,” kata Sabilul.
Karakter Islam Indonesia yang inklusif dan moderat, lanjutnya, juga mendapat perhatian dari ilmuwan Boston University Prof Robert Hefner. Hefner disebut telah meneliti dinamika Islam dan demokrasi di Indonesia selama sekitar 40 tahun.
Sabilul mengutip pandangan Hefner bahwa Indonesia dapat menjadi rujukan bagi dunia dalam melihat bagaimana Islam moderat dan demokrasi dapat tumbuh berdampingan dalam masyarakat yang plural.
Melalui Jakarta Understanding, IGIC 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan para imam. Kesepahaman tersebut akan dilanjutkan melalui roadmap 2026-2030, termasuk penguatan kapasitas imam dan pertukaran imam antarnegara.
Sabilul menyebut langkah tersebut juga menjadi bagian dari implementasi politik luar negeri bebas aktif serta upaya memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi internasional menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu bentuk implementasinya adalah pengiriman imam-imam yang memiliki wawasan moderat ke berbagai negara. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia mendorong pengalaman dalam merawat kerukunan dan kehidupan masyarakat yang beragam dapat menjadi bagian dari percakapan perdamaian global.
Editor: Suci
