Harga Bitcoin Terperosok Paling Parah dalam Tujuh Bulan Ini

Harga Bitcoin Terperosok Paling Parah dalam Tujuh Bulan Ini

Arina.id - Sejak tujuh bulan lalu, harga aset kripto Bitcoin memang cenderung naik turun tidak stabil. Dalam beberapa hari belakangan, harganya terpantau melemah. Selasa kemarin, 18 November 2025, harganya terperosok parah dalam tujuh bulan ini.

Dikutip dari Anadolu, harga Bitcoin jatuh lebih dari 5,2% ke tingkat terlemah. Pelemahan tersebut akibat ketidakpastian makroekonomi, terutama terkait rate suku bunga Federal Reserve AS. 

Cryptocurrency terbesar itu diperdagangkan dengan harga sebesar USD 90,100 pada Selasa kemarin. Harganya bahkan sempat menyentuh USD 90.000. Data dari CoinMarketCap menunjukkan nilai pasar cryptocurrency global, termasuk Bitcoin, jatuh sekitar 4,5% menjadi USD 3,09 triliun.

Bitcoin sempat melemah parah pada April 2025 lalu dengan harga sebesar USD 74.400 setelah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump menyapu pasar keuangan global. Akan tetapi harga Bitcoin pagi ini, Rabu 19 November 2025, terpantau merangkak naik menjadi USD 93,252. 

Sementara itu harga Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua menurut nilai pasar, harganya juga menurun sekitar 5,4% menjadi USD 3.013 pada Selasa kemarin. Akan tetapi hari ini harganya sedikit naik menjadi USD 3.120.

Pasar kripto global memang dalam kondisi sangat terpukul oleh ketidakpastian ekonomi yang berkaitan dengan kebijakan moneter, terutama Amerika Serikat (AS). Kemudian akibat informasi simpang siur di antara para member The Fed, serta akibat munculnya kekhawatiran yang meningkat tentang evaluasi pasar.

Analis mencatat bahwa ketidakpastian makro-ekonomi, corporate exits (strategi pemilik bisnis keluar dari kepemilikan perusahaan), lalu masalah klasik aksi ambil untung (profit-taking) mendorong aksi jual, serta penurunan harga Bitcoin terus-menerus di bawah USD 100.000 telah berdampak secara psikologis pada para investor.

Peninjauan kembali The Fed terhadap kemungkinan penurunan suku bunga bulan depan dan penurunan pasar saham baru-baru ini akibat tingginya valuasi saham teknologi telah meredam selera risiko para investor.

Menurut CME FedWatch, para pedagang memperhitungkan kemungkinan pemotongan suku bunga sebesar 25 base-poin pada bulan Desember sebesar 46,6% pada hari Jumat, turun dari probabilitas 63,8% pada minggu sebelumnya.

Sementara itu, penjualan besar-besaran di pasar kripto pada awal bulan lalu menyebabkan likuidasi lebih dari USD 19 miliar. Kemudian mengurangi nilai pasar mata uang kripto global, termasuk Bitcoin hingga lebih dari USD 1 triliun.


Editor: Muhammad Taufiq
logo