Jakarta, Arina.id — Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti melarang anak-anak bermain gim Roblox. Menurutnya, permainan daring multipemain masif ini mengandung unsur kekerasan dan konten negatif yang tidak sesuai untuk usia dini.
Roblox adalah platform permainan daring yang sangat populer di kalangan anak-anak. Di dalamnya, pengguna tidak hanya bermain tetapi juga dapat menciptakan gim sendiri yang kemudian bisa dimainkan oleh pengguna lain secara virtual.
Mu'ti menilai bahwa ketidakmampuan anak dalam membedakan realitas dan fiksi membuat mereka cenderung meniru adegan-adegan dalam gim, termasuk aksi kekerasan yang sering ditemukan di dunia virtual seperti Roblox.
"Praktik kekerasan yang ada di berbagai gim bisa memicu kekerasan dalam kehidupan sehari-hari anak," ujar Abdul Mu'ti dalam acara peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat.
Sekilas, Roblox menampilkan visual yang ceria dan tampak kekanak-kanakan. Permainan ini menghadirkan avatar kotak bergaya kartun yang berlari, melompat, dan berguling di lingkungan berwarna cerah, mulai dari simulasi kastil abad pertengahan hingga restoran pizza dan pesawat ruang angkasa.
Namun di balik tampilannya yang ramah anak, Roblox menyimpan sejumlah kekhawatiran. Pada 2024, platform ini memiliki lebih dari 85 juta pengguna aktif harian, dengan sekitar 40 persen di antaranya berusia di bawah 13 tahun.
Sebuah laporan investigasi dari The Guardian pada April lalu mengungkap betapa mudahnya anak-anak menemukan konten tidak pantas serta berinteraksi tanpa pengawasan dengan orang dewasa di dalam Roblox.
Penelitian oleh pakar perilaku digital Revealing Reality menemukan adanya "kesenjangan yang meresahkan antara tampilan Roblox yang ramah anak dan realitas yang dialami anak-anak di platform tersebut".
"Kontrol keamanan yang ada terbatas efektivitasnya dan masih terdapat risiko signifikan bagi anak-anak,” demikian temuan laporan tersebut.
Anak-anak berusia lima tahun ke atas disebut dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang dewasa, tanpa adanya verifikasi usia yang efektif. Bahkan, avatar milik akun anak berusia 10 tahun dilaporkan dapat mengakses lingkungan yang sangat sugestif.
Peneliti juga menemukan bahwa avatar uji mereka mendengar percakapan antar pemain yang mengarah pada aktivitas seksual saat menggunakan fitur obrolan suara.
Pihak Roblox menyatakan bahwa semua percakapan suara hanya tersedia untuk akun yang telah terverifikasi menggunakan nomor telepon, dan terdaftar sebagai pengguna berusia 13 tahun ke atas. Percakapan tersebut juga diklaim tunduk pada moderasi AI waktu nyata.
Namun, Direktur Riset Revealing Reality menilai bahwa fitur keamanan baru yang diumumkan Roblox tidak cukup memadai. Anak-anak masih bisa mengobrol dengan orang asing yang bukan teman mereka. Dengan lebih dari enam juta pengalaman di platform, yang sering kali memiliki deskripsi dan peringkat yang tidak akurat.
"Bagaimana mungkin orang tua bisa melakukan moderasi secara efektif?" ujarnya.
Editor: Muhammad Zunus
