Jakarta, Arina.id - Pemerintah Prabowo Subianto sedang melakukan pengiritan besar-besaran anggaran negara setelah keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 pada pertengahan Januari lalu.
Sejumlah pos anggaran kementerian dan lembaga negara saat ini diblokir, salah satunya yang sedang ramai isu anggaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Lalu publik tentunya bertanya-tanya bagaimana nasib pembangunan ibu kota negara baru tersebut saat ini?
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono--yang juga mantan Menteri PU era Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan saat ini sedang mempersiapkan pembangunan tempat rekreasi atau wisata edukasi keragaman satwa Nusantara di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menjelaskan kalau pembangunan melibatkan investor swasta. "Penanam modal (investor) sudah memilih titik untuk bangun Taman Safari Indomesia di Kota Nusantara, ibu kota Indonesia," kata Basuki, Sabtu (08/02/2025).
Lahan dengan luas 225 hektare yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi taman sudah disiapkan di Kota Nusantara dan telah ditinjau bersama dengan Tim Taman Safari Indonesia untuk memastikan kesiapan dan kesesuaian. Pemilik modal telah masuk untuk menanamkan modal, kata Basuki, sehingga pembangunan Tanam Safari Indonesia di Kota Nusantara segera dilakukan.
"Investor bangun destinasi atau tujuan wisata yang memberikan edukasi mengenai satwa Nusantara," katanya tanpa menyebut besaran modal yang ditanamkan untuk Taman Safari Indonesia itu.
Basuki mengatakan pembangunan Taman Safari Indonesia di Kota Nusantara paling lambat dimulai akhir tahun ini dan pengerjaan sesuai perencanaan bakal berlangsung 2-3 tahun. Taman Safari Indonesia dan konsorsium perlahan telah memulai melakukan tahapan pembangunan fasilitas rekreasi edukasi satwa Nusantara di ibu kota baru itu.
Animo atau keinginan masyarakat untuk berkunjung ke kawasan Kota Nusantara menjadi perhatian, karena hingga kini belum tersedia destinasi atau tujuan wisata di ibu kota baru Indonesia itu. Dengan kehadiran Taman Safari Indonesia di Kota Nusantara, kata Basuki, ada tujuan wisata yang memang diperuntukkan bagi pengunjung berekreasi.
Ibu Kota Rencananya Pindah ke IKN 2028
Kapan ibu kota pindah? Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia memastikan bahwa Ibu Kota Republik Indonesia akan pindah ke IKN pada Tahun 2028. Walaupun, kata dia, saat ini ada isu anggaran pembangunannya sedang diblokir. Apalagi kepindahan ibu kota tersebut juga merupakan target Presiden Prabowo Subianto.
Tentunya, Bahlil menjelaskan, tahapan proses penyelesaian pembangunan IKN masih terus berjalan. "Nah, strategi penyelesaiannya seperti apa? Itu di Kementerian PU," kata Bahlil usai memimpin Rapat Kerja Nasional 2025 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, seperti dikutip dari ANTARA.
Namun, dia pun tidak bisa berkomentar lebih jauh dan mendalami soal pembangunan IKN. Sehingga, menurut dia, tidak semua ketua umum partai politik mengerti soal pembangunan calon ibu kota yang berada di Kalimantan Timur itu. "Jangan merasa seperti karena ketum partai semua ngerti. Nggak juga," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan pemblokiran anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan karena efisiensi anggaran sebagaimana tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025.
"Beda lah, beda," kata Sekretaris Jenderal Kementerian PU Mohammad Zainal Fatah yang kemudian menjelaskan kalau pemblokiran tersebut merupakan mekanisme umum yang biasa dilakukan di awal tahun, serta memastikan dana yang diblokir bukan bagian dari operasional.
Editor: Muhammad Taufiq
