Arina.id. Sebanyak 35 anak dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat dalam insiden berdesak-desakan di acara festival di kota Ibadan, Nigeria. Enam anak lainnya sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Laporan BBC pada Jumat, 20 Desember 2024, menyebutkan berdasarkan keterangan warga, 5.000 anak awalnya berkumpul di lokasi acara.
Mereka kemudian terlibat dalam insiden desak-desakan ketika penyelenggara utama akan membuka pesta. Akibatnya, 35 anak tewas dan enam lainnya dirawat di rumah sakit.
Sementara menurut Al-Jazeera, Kamis, 19 Desember 2024, kabar sebelumnya menyebutkan 32 meninggal dunia dalam sebuah festival keagamaan di Nigeria yang turut didatangi ribuan anak muda.
Peristiwa terjadi pada hari Rabu, 18 Desember 2024, waktu setempat, di sebuah sekolah menengah Islam di Ibadan, ibukota negara bagian Oyo, Nigeria. Sekitar 5.000 anak muda dan anak-anak sedang berkumpul di acara yang sama.
Kata Dotun Oyelade, Komisioner Informasi dan Orientasi Sipil Negara Bagian Oyo, jumlah yang meninggal dunia adalah 32 orang.
Seyi Makinde, Gubernur setempat menegaskan pasukan keamanan sudah dikerahkan demi menjaga keadaan dan melakukan evakuasi terhadap para peserta.
"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan. Kami bersimpati kepada para orang tua yang kegembiraannya tiba-tiba berubah menjadi duka karena kematian ini," kata Seyi Makinde.
"Sementara investigasi sedang berlangsung, penyelenggara utama acara yang menyebabkan penyerbuan ini telah ditahan," tambahnya.
Pihak penyelenggara sebelumnya sempat berencana memberikan pembagian uang tunai dan makanan dalam acara tersebut. Kendati demikian, kedatangan ribuan anak menyebabkan terjadi insiden desak-desakan demi bisa masuk ke lokasi acara.
Penyelenggara festival juga dikabarkan bakal memberikan hadiah menarik lainnya kepada para peserta, semisal beasiswa dan hadiah-hadiah lain.
Aparat keamanan menyebutkan telah menangkap delapan orang. Di antaranya Naomi Silekunola. Ia adalah penyelenggara utama sekaligus tokoh terkenal.
Presiden Bola Tinubu merespons dengan mengucapkan belasungkawa kepada orang tua dan meminta segera dilakukan penyelidikan.
Editor: Abdul Fatah
