Virus Shamonda Terdeteksi di 14 Negara Eropa, Prancis Laporkan Kasus Pertama pada Manusia

Virus Shamonda Terdeteksi di 14 Negara Eropa, Prancis Laporkan Kasus Pertama pada Manusia

Paris, Arina.id — Virus Shamonda, yang umumnya menyerang hewan ternak, telah terdeteksi di 14 negara Eropa. Informasi tersebut berdasarkan buletin epidemiologi dari lembaga penelitian nasional Prancis yang menangani kesehatan hewan, sebagaimana dilaporkan AFP.

Virus tersebut pertama kali terdeteksi di Eropa pada akhir Juli 2026.

Virus Shamonda pertama kali ditemukan di Nigeria pada pertengahan 1960-an. Sejak itu, virus tersebut dilaporkan menginfeksi sapi di sejumlah wilayah Afrika dan Jepang.

Namun, otoritas kesehatan Prancis pada Kamis (22/10/2026) menyatakan virus tersebut untuk pertama kalinya terdeteksi pada manusia. Kasus itu ditemukan pada seorang pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh berat yang meninggal dunia pada awal Oktober.

Sapi merupakan inang utama virus tersebut. Meski demikian, kasus infeksi sporadis juga ditemukan pada ternak kecil dan kuda di Prancis selama musim panas tahun ini.

Pada sapi, gejala utama infeksi meliputi diare akut, demam, lesu, dan penurunan produksi susu.

Penyelidikan terhadap kasus tersebut masih berlangsung. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) telah diberi tahu mengenai temuan tersebut.

Dalam pernyataan bersama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian Prancis menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan risiko kesehatan bagi masyarakat umum.

Kedua kementerian itu menambahkan, infeksi pada manusia tersebut tampaknya merupakan kasus luar biasa yang melibatkan pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh berat dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi medis serius.

“Meskipun telah beredar di Afrika dan Asia selama beberapa dekade, virus Shamonda sebelumnya belum pernah terdeteksi pada manusia,” kata kedua kementerian tersebut.

Virus yang termasuk dalam kelompok Orthobunyavirus itu umumnya ditularkan kepada hewan melalui gigitan serangga kecil.

Berdasarkan penyelidikan sementara, pasien tersebut diduga tertular setelah digigit serangga kecil dari kelompok midge di wilayah timur Prancis. Virus diketahui telah beredar pada hewan di kawasan tersebut selama musim semi dan musim panas.

Kedua kementerian menyebut komplikasi neurologis yang dialami pasien sebelum meninggal dunia sangat mungkin berkaitan dengan infeksi virus Shamonda. Kesimpulan sementara tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Mereka menegaskan bahwa pemeriksaan klinis, biologis, dan epidemiologis masih berlangsung.


Editor: Suci
logo