Media kenamaan yang bermarkas di London, Inggris, The Guardian, baru-baru ini menerbitkan liputan mendalam terkait aktivitas Pandawara Group, sebuah komunitas beranggotakan lima orang yang selalu mendapat sorotan publik lantaran aksi bersih-bersih sampah.
Dalam artikel bertajuk “TikTok stars clean up: the influencers saving Indonesia’s polluted rivers and beaches,” Pandawara Grup disebut sebagai pahlawan lokal yang mempunyai pengaruh besar di Indonesia.
“Mereka berhasil memengaruhi orang lain di seluruh negeri untuk bergabung perjuangan melawan polusi,” tulis The Guardian.
Pandawara dibentuk lima anak muda yakni Agung Permana, Gilang Rahma, Muhammad Ikhsan, Rafla Pasya, dan Rifki Sa'dulah. Kepopuleran Pandawara Group saat ini berawal dari konten bersih-bersih sampah yang diunggah pada akun TikTok mereka @pandawaragroup.
Nama Pandawara sendiri merupakan gabungan dari dua kata yaitu Panda dan Wara. Di dalam dunia wayang Mahabarata, Panda bermakna lima, atau lima pangeran Pandawa. Sedangkan Wara merupakan bahasa Sunda yang memiliki arti kabar baik. Jika digabungkan, Pandawara mempunyai pengertian lima pemuda yang membawa kabar baik.
Di akun TikTok, @pandawaragroup – berisi lebih dari 100 video pendek tentang pembersihan sungai dan pantai. Mereka menghasilkan jutaan penayangan dan total lebih dari 100 juta yang menyukai.
“TikTok bahkan menganggap beberapa video kami sebagai konten sensitif karena pemandangan sampah yang membusuk mungkin dianggap mengganggu oleh sebagian penonton,” kata mereka sebagaimana ditulis Guardian.
Pandawara memulai aksi bersih-bersih sampah di sekitar lingkungan mereka pada tahun 2022. Awalnya mereka hanya bermodal sarung tangan karet dan sepatu bot.
“Kami memiliki tim pemburu sungai yang mengidentifikasi sungai dengan masalah sampah yang mendesak, di mana banjir dapat terjadi setelah hujan turun,” kata anggota Pandawara Gilang Rahma kepada Guardian.
Di wilayah Bandung Raya, tulis Guardian, tempat mereka tinggal menghasilkan 2.000 ton sampah setiap hari, 10 hingga 20% di antaranya tidak sampai ke TPA dan seringkali berakhir di sungai. Timbunan sampah yang dihasilkan di wilayah tersebut telah melebihi kapasitas TPA hingga 800%, kata pejabat Jawa Barat Prima Mayaningtyas.
Isu lingkungan yang berusaha dipecahkan oleh Pandawara Grup mencerminkan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Pada sampel penelitian terhadap 280 kota dan kabupaten di Indonesia, 33 juta ton sampah dihasilkan pada tahun 2022, 36% di antaranya tidak berakhir di TPA. Sebagian besar tempat pembuangan sampah makanan dan plastik itu penuh sesak.
Pada 8 Juli 2023, melalui kanal Instagram @pandawaragroup, 5 anggota Pandawara Group secara bergantian membuat konten bertajuk rencana mereka dalam membersihkan Pantai Sukaraja, Lampung. Tak hanya itu, para pemuda tersebut juga mengajak 1.000 orang warga daerah setempat untuk bersama-sama melakukan kegiatan ini.
“Lampung mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, pantai terburuk dan terkotor nomor 2 di Indonesia ada di daerah kalian. Dicari 1000 orang Lampung untuk membantu mengurangi sampah yang ada di sini. Warga Lampung, let’s join the party!”
Pandawara Group juga memberikan informasinya secara detail, seperti lokasi dan waktu pelaksanaanya. Sontak warganet memuji niat baik mereka. Bahkan, diketahui banyak sekali public figure bercentang biru yang turut mengomentari konten ini dan turut mengajak masyarakat untuk meet-up di pantai tersebut.
“Kadang-kadang ketika kami memanggil sukarelawan, ribuan akan mendaftar tetapi kami hanya dapat memilih lusinan karena ruang yang terbatas. Di lain waktu kami tidak membatasi jumlahnya. Ini untuk saat kita tidak bisa membersihkan sendiri, ”kata Gilang, menambahkan bahwa grup tersebut berharap dapat menggunakan platform media sosial untuk meningkatkan kesadaran generasi Z tentang polusi.
Dilansir dari Instagram @pandawaragroup, kegiatan pembersihan pantai terkotor di Lampung melibatkan sekitar 3700 volunteer, menurut pihak kepolisian. Padahal, tadinya mereka ‘hanya’ mencari 1000 orang saja. Total terdapat lebih dari 300 ton sampah terkumpul. Meski demikian, menurut pemuda-pemuda inspiratif itu, masih perlu waktu dan alat yang lebih memadai untuk benar-benar maksimal dalam membuat perubahan signifikan pada Pantai Sukaraja.
Hingga saat ini, Pandawara Group terus aktif membersihkan sejumlah sungai besar, anak sungai, parit, hingga menyasar pantai-pantai.
Salah satu gerakan yang saat ini diinisiasi Pandawara Group adalah One Day One Trash Bag, yang tujuannya adalah mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sampah agar tidak menghambat aliran sungai dan mengotori lingkungan.
Editor: Muhammad Zunus
