Pryluky, Arina.id – Sedikitnya 15 orang tewas dalam serangkaian serangan Rusia di sejumlah wilayah Ukraina pada Rabu (7/10/2026), menurut pihak berwenang. Sembilan orang di antaranya tewas setelah sebuah rudal menghantam dan menghancurkan gedung apartemen di wilayah utara negara tersebut.
Petugas layanan darurat menyisir puing-puing gedung lima lantai yang hancur di Pryluky, wilayah Chernihiv, untuk mencari korban yang masih mungkin selamat.
Kepolisian mengatakan hingga Rabu menjelang siang, jumlah korban tewas mencapai sembilan orang. “Sayangnya, jenazah tiga anak telah ditemukan,” tulis kepolisian melalui Telegram.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa malam telah memperingatkan masyarakat bahwa Rusia berencana melancarkan serangan “besar-besaran”, terutama terhadap infrastruktur energi negara tersebut.
“Rusia ingin melancarkan serangan yang menyakitkan dan demonstratif,” kata Zelensky pada Rabu. Ia menyebut serangan tersebut sebagai “salah satu serangan paling keji” selama konflik yang telah berlangsung hampir lima tahun.
Zelensky mengatakan dua orang tewas setelah rudal menghantam gedung-gedung bertingkat di Dnipro dan Kremenchuk, Ukraina tengah. Dua orang lainnya tewas di Oleksandriya.
Di ibu kota Kyiv, serangan Rusia menewaskan dua orang.
Kyiv mengalami peningkatan serangan dalam beberapa pekan terakhir menjelang musim dingin. Sirene serangan udara hampir terus-menerus berbunyi untuk memperingatkan warga mengenai serangan Rusia yang akan datang.
Warga berlindung di stasiun-stasiun kereta bawah tanah sepanjang malam setelah peringatan serangan udara berbunyi. Mereka membawa tas besar, alas tidur, dan selimut untuk mengantisipasi serangan.
“Kami mengambil barang-barang kami dan datang ke sini; kami tinggal tepat di sebelah,” kata Iryna Rybalchenko, seorang pegawai bank, kepada AFP. Ia duduk di peron dengan mengenakan jaket bertudung berwarna gelap dan dikelilingi sejumlah tas.
“Seluruh Kyiv berada dalam ketakutan. Kami terjebak di tempat kerja hari ini dan semua orang—grup percakapan kami, para atasan—mengirim pesan kepada kami untuk berhati-hati,” ujarnya.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan sedikitnya 50 rudal dan 130 drone dalam serangan semalam ke sejumlah wilayah, termasuk Dnipropetrovsk, Kyiv, Kharkiv, dan Poltava.
Zelensky mengatakan meskipun sejumlah rudal berhasil ditembak jatuh, rudal balistik menjadi “tantangan terbesar”. Menurutnya, sistem pertahanan udara baru merupakan “kebutuhan yang sangat penting” untuk membantu Ukraina mempertahankan diri.
‘Mencabik-cabik Kyiv’
Dua korban di Kyiv tewas dalam kebakaran di kawasan padat penduduk Darnytskyi akibat serangan pada Rabu, kata Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko.
Pekan lalu, Klitschko memperingatkan bahwa ibu kota kini harus bersiap menghadapi perang karena musuh “mencabik-cabik Kyiv” melalui serangan terhadap jembatan dan infrastruktur energi.
Serangan terbaru memicu pemadaman listrik terjadwal pada Selasa. Pemadaman dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik yang rusak akibat serangan.
Suara generator yang digunakan warga untuk bertahan selama pemadaman kembali terdengar di jalan-jalan Kyiv. Kondisi tersebut mengingatkan warga pada musim dingin sebelumnya ketika serangan Rusia secara sistematis memutus aliran listrik dan pemanas.
Pada Selasa malam, Zelensky meminta warga memantau sirene serangan udara. Dalam pidato malamnya, ia mengatakan terdapat “informasi intelijen terbaru mengenai persiapan Rusia untuk melancarkan serangan besar-besaran”.
Sejumlah kanal pemantau militer juga memperkirakan Rusia akan melancarkan serangan skala besar dengan menggabungkan rudal jelajah, rudal balistik, dan drone bertenaga jet yang bergerak cepat.
Zelensky mengatakan militer Ukraina “siap merespons, sejauh yang memungkinkan sistem pertahanan kami”.
Angkatan Udara Ukraina pada Rabu pagi mengatakan telah mencegat lima rudal balistik, 39 rudal jelajah, dan lebih dari 100 drone.
Ukraina menghadapi kesulitan untuk menjatuhkan drone bertenaga jet yang baru dan bergerak cepat, serta rudal balistik yang lebih sulit dicegat.
“Anak-anak benar-benar ketakutan. Setiap kali terjadi serangan berat, kami berusaha pergi ke bawah tanah,” kata Daria Medvedeva, 36 tahun, kepada AFP.
Kekhawatiran mengenai meningkatnya jumlah korban sipil di kedua pihak terus bertambah.
Ukraina juga meningkatkan serangan jarak jauhnya terhadap target-target Rusia yang disebut penting bagi upaya perang Moskow.
Zelensky mengatakan “respons yang adil” Ukraina terhadap serangan Rusia dilakukan dengan menyerang dua fasilitas minyak dan sebuah tempat pelatihan di wilayah Perm, Samara, dan Astrakhan, serta di Laut Hitam.
Editor: Kendi Setiawan
