Arina.id — Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan Teluk. Militer AS menyerang lima kapal tanker minyak Iran setelah Washington menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dua kali berupaya menghantam kapal perang AS dalam kurun dua hari.
Serangan terhadap kapal-kapal tanker itu berlangsung di Teluk Oman dan wilayah sekitar Pulau Kharg. Washington menyebut operasi tersebut sebagai respons atas upaya serangan Iran terhadap armada lautnya.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Al Azraq, Yordania.
Militer Yordania mengatakan sistem pertahanan udaranya menghadang sebagian besar rudal yang ditembakkan Iran.
Dalam keterangan yang dirilis Komando Pusat AS (CENTCOM), IRGC disebut dua kali mencoba menyerang kapal perang Amerika dalam dua hari terakhir. Namun, kedua upaya tersebut diklaim berhasil dihindari.
"Tidak ada personel Amerika yang terluka," demikian pernyataan CENTCOM.
Sebagai balasan, militer AS mengatakan telah menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran. Kapal yang disebut menjadi sasaran adalah M/T Kaviz, M/T Charminar, M/T Horizon 1, dan M/T Riesco di Teluk Oman serta M/T Derya di sekitar Pulau Kharg.
CENTCOM menyatakan pasukan AS terlebih dahulu meminta awak kapal meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.
"Pasukan Amerika memerintahkan para awak kapal untuk meninggalkan kapal sebelum kapal-kapal tersebut terkena serangan dan menjadi tidak dapat beroperasi," kata CENTCOM.
Iran Konfirmasi Kapal Tanker Diserang
Media pemerintah Iran, IRIB, membenarkan adanya serangan di sekitar Pulau Kharg.
Pulau tersebut memiliki arti penting bagi industri minyak Iran. Sebelum perang berlangsung, kawasan itu menangani sekitar 90 persen ekspor minyak Iran.
IRIB melaporkan awak kapal telah dievakuasi. Serangan lainnya disebut terjadi di sekitar pelabuhan Jask, wilayah selatan Teluk Oman.
IRGC juga menyatakan beberapa kapal dagang Iran terkena serangan Amerika Serikat. Teheran kemudian mengklaim melancarkan serangan rudal ke pangkalan Al Azraq di Yordania.
Menurut klaim IRGC, serangan tersebut menghantam hanggar yang digunakan pesawat tempur Amerika Serikat.
Iran juga mengklaim telah menyerang kapal perusak Angkatan Laut AS, DDG-119 dan DDG-53, menggunakan rudal balistik.
IRGC menyebut serangan itu menyebabkan "kerusakan signifikan" pada kedua kapal. Klaim tersebut belum mendapat konfirmasi independen.
Yordania Klaim Cegat 18 Rudal Iran
Di Yordania, pemerintah mengatakan sistem pertahanan udara negara itu menghadang 20 rudal balistik yang ditembakkan Iran.
Sebanyak 18 rudal diklaim berhasil dicegat dan dihancurkan. Dua rudal lainnya jatuh di wilayah terbuka yang tidak berpenghuni.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan tersebut.
Tim khusus kemudian dikerahkan untuk mengamankan lokasi tempat puing-puing dan serpihan rudal ditemukan.
Serangan ini berlangsung ketika situasi keamanan di kawasan Teluk semakin memburuk. Konflik antara AS-Israel dan Iran yang telah berlangsung selama beberapa bulan turut meningkatkan risiko gangguan terhadap jalur pelayaran dan perdagangan energi dunia.
Iran juga masih menutup Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Sementara itu, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Situasi tersebut ikut memengaruhi pasar energi. Harga minyak sempat naik hingga 99,46 dolar AS per barel pada Selasa pagi.
Iran Ancam Pangkalan AS di Timur Tengah
Sebelum serangan terhadap kapal tanker terjadi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi telah mengeluarkan peringatan keras kepada Washington.
Ia mengatakan Iran akan menjadikan instalasi militer AS di kawasan sebagai sasaran apabila kapal tanker Iran diserang.
"Tentara agresor AS telah memberikan peringatan evakuasi kepada kapal tanker minyak Iran untuk menyerang mereka," kata Abdollahi dalam siaran televisi pemerintah Iran.
Ia memperingatkan setiap serangan terhadap kapal tanker Iran akan dibalas dengan serangan terhadap pangkalan militer Amerika di kawasan.
Ancaman itu kemudian direalisasikan setelah Iran mengklaim menyerang pangkalan Al Azraq di Yordania.
Washington, di sisi lain, memastikan kebijakan menyerang kapal-kapal Iran akan terus dilakukan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan tindakan tersebut merupakan respons langsung terhadap upaya Iran menyerang kapal perang Amerika.
"Iran terus berupaya menyerang kapal-kapal angkatan laut AS. Setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan itu, mereka akan kehilangan kapal tanker," ujar Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Kolombia.
Eskalasi terbaru ini menambah panjang daftar konfrontasi langsung antara Washington dan Teheran. Ancaman terhadap kapal tanker, kapal perang, pangkalan militer, serta jalur pelayaran membuat kawasan Teluk kembali berada dalam situasi yang sangat rawan.
Editor: Muhammad Zunus
