Arina.id — Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menjelaskan bahwa di antara tanda-tanda matinya hati (qolbu) adalah tidak adanya rasa penyesalan atas perbuatan-perbuatan buruk yang telah dilakukan.
Hal ini disampaikan Gus Mus dalam ngaji pasanan Ramadan kitab Al Hikam Al 'Athaiyyah yang berlangsung di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah.
"Tidak merasa susah, tidak prihatin. Biasanya baik, lalu tidak baik, tetapi tidak merasa, 'saya kok tidak baik,' itu tanda hati mulai mati," ujar Gus Mus.
Menurut Gus Mus, ketika seseorang melihat orang lain melakukan kesalahan atau perbuatan buruk lantas sikapnya biasa saja, maka patut dicurigai sebagai tanda matinya hati.
"Ketika hati sudah mati melakukan perbuatan baik atau buruk tidak ada efeknya sama sekali," ungkap Gus Mus.
Semestinya, kata Gus Mus, seseorang setelah melakukan kesalahan maka menyesali perbuatannya.
"Ya Allah, aku mau piye? Kok ngono, kok nganti misuhi kanca ku dewek, dulurku dewek kan enggak oleh ambe agama (Ya Allah, saya tadi bagaimana kok begitu. Kok sampai mencaci temanku, saudaraku sendiri, kan dilarang agama," Gus Mus mencontohkan.
Gus Mus mengatakan orang yang tidak menyesali kesalahannya akan cenderung mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari tanpa penyesalan.
"Kalau tidak mati hatinya, mestinya menyesal. Ini kok merasa biasa saja, bodo amat, maka besoknya masih berani berbuat seperti itu karena tidak ada penyesalan sama sekali," ucap Gus Mus.
Gus Mus mengingatkan agar setiap orang selalu mawas diri setelah melakukan kesalahan. Jika seseorang tidak merasa prihatin atau menyesal atas dosa yang telah dilakukan, maka hal itu perlu menjadi perhatian serius.
"Jika setelah berbuat kesalahan tidak merasa prihatin, itu harus konsultasikan hatimu," kata Gus Mus.
Menurutnya, perasaan menyesal atas kesalahan adalah bagian dari ajaran agama dan selaras dengan norma-norma yang dianjurkan. Sebaliknya, ketika seseorang terbiasa berbuat baik, itu merupakan tanda bahwa Allah meridhainya.
"Ketika manusia melakukan perbuatan baik, apa pun itu, itu tanda bahwa Allah ridha denganmu," tandasnya.
Editor: Muhammad Zunus
